Menteri Perumahan Bakal Relokasi 1.100 Rumah bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa pihaknya bakal merelokasi sebanyak 1.100 unit rumah bagi korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kita siapkan rumah 1.100 (unit) dalam keadaan baik. Nah, tentu ada tahapan verifikasi oleh Pak Nusron (Menteri ATR/BPN), karena tanahnya mesti clear and clean. Kita juga pertimbangkan lokasi rumah tidak jauh dari tempat bekerja, tetapi tetap menjadi titik lokasi yang aman,” papar Ara, sapaan akrab Maruarar, di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa (12/11/2024).
Baca Juga
Gibran Gelar Pertemuan di BNPB, Bahas Pembangunan Rumah Korban Erupsi Lewotobi Laki-Laki
Namun demikian, Menteri Ara tidak memperinci total anggaran yang akan dialokasikan untuk Pembangunan 1.100 rumah tersebut. Tetapi, dalam perhitungannya biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi satu unit rumah yang rusak adalah sebesar Rp 60 juta.
“Sumber dana itu bisa dari APBN, APBD, dan juga dari swasta. Jadi semangat ‘gotong royong’ memang sudah makin kuat dalam negara kita. Kalau yang (rusak) berat kan pasti Rp 60 juta. Tapi kalaupun itu kurang ya mesti kita tambah,” ujar dia.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PKP Iwan Suprijanto menuturkan, pihaknya telah mencatat korban terdampak sebanyak 2.900 kepala keluarga (KK) di dua desa dengan luas masing-masing 50 hektare (ha).
Baca Juga
Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Lewotobi, Kemenhub Siapkan Alternatif Angkutan Laut
“Tadi yang terdampak itu kurang lebih 2.900 KK, tapi rumah terdampak estimasinya baru 2.390 (unit). Kemudian, ada dua lokasi yang sudah ditentukan, di Desa Kobasoma dan Desa Konga tadi, masing-masing tanahnya sekitar 50 hektare,” imbuh Iwan.
Terkait relokasi 1.100 rumah, lanjut Iwan, pemerintah telah menyiapkan rumah tahan gempa yakni Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang tersebar di Pulau Sumatera dan Jawa.
“Kami selama ini menganut manajemen stok untuk penanganan bencana. Penanganan bencana di Lumajang, Cianjur, Gunung Ruang, Agam, Tanah Datar, dan di Ternate, itu menggunakan stok yang dulu kami siapkan di beberapa titik lokasi. Ada di Medan, Padang, Palembang, Bandung, Surabaya, dan di beberapa tempat yang lain,” terang Iwan.
Baca Juga
Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Lewotobi, Kemenhub Siapkan Alternatif Angkutan Laut
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto juga memaparkan, hingga kini sekitar 11.553 warga yang sudah dievakuasi dan tersebar di dua titik pengungsian. “Kemudian untuk pengungsian tercatat sampai hari ini ada 11.553 orang. Sekarang ada di delapan titik pengungsian terpusat, enam titik di Kabupaten Flores Timur dan dua titik di Kabupaten Sikka,” ungkap dia.
Ia menambahkan, korban yang berada di titik pengungsian Kabupaten Sikka akan dipindahkan dikarenakan sebaran abu vulkanik yang terbang ke arah Barat. “Nah, (titik pengungsian) yang di Kabupaten Sikka ini pun secara lambat laun nanti akan dipindah ke Flores Timur. Sudah ada beberapa titik nanti ini dalam proses pemindahan. Kenapa dipindahkan? Karena abu itu mengarahnya ke barat dan barat daya sehingga tempat pengungsian di Kabupaten Sikka ini terdampak abu (vulkanik),” terang Suharyanto.

