Gibran Gelar Pertemuan di BNPB, Bahas Pembangunan Rumah Korban Erupsi Lewotobi Laki-Laki
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Tiba sekitar pukul 08.56 WIB, Gibran bakal menggelar pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait serta sejumlah menteri terkait lainnya untuk melanjutkan pembahasan pembangunan rumah bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan pantauan investortrust.id, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian telah hadir di Kantor BNPB, Jakarta Timur pukul 08.08 WIB. Disusul Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono.
Kemudian, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN) Nusron Wahid juga tiba di kantor BNPB. Tak hanya itu, Wakapolri Komjen Fadil Imran, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri PKP Maruarar Sirait juga telah hadir di kantor BNPB.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah berupaya mendukung konektivitas penerbangan di Indonesia wilayah Timur imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih terjadi hingga Minggu (10/11/2024). Kemenhub bersama stakeholder terkait upaya alternatif untuk mendukung angkutan orang dan barang, salah satunya melalui angkutan laut.
“Selama beberapa bandara dan penerbangan berhenti sementara, angkutan laut menjadi alternatif dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo dalam keterangan resmi, Senin (11/11/2024).
Saat ini, lanjut Budi, Kemenhub telah melakukan penyesuaian rute pada KM Egon reguler melayani rute Waingapu-Lembar menjadi Labuan Bajo-Lembar.
Menurutnya, kapal yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Lembar pada 11 November 2024 pukul 18.00 Wita tersebut akan mengangkut 100 wisatawan yang ada di Labuan Bajo.
“Kemudian, kapal roro milik Dharma Lautan yang sandar di Labuan Bajo pada 11 dan 12 November 2024 akan diberi dispensasi jumlah penumpang, sesuai banyaknya alat keselamatan yang tersedia. Kapal cepat juga dikerahkan melayani rute Labuan Bajo-Sape, untuk selanjutnya diarahkan menuju bandara yang tidak terdampak seperti Bima atau Lembar,” terang Budi.
Tidak hanya itu, Budi juga menyampaikan, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Surabaya juga diminta memberangkatkan kapal negara patroli (KNP) dari Chundamani ke Bali pada Senin (11/11/2024) dini hari, dengan estimasi perjalanan 30 jam hingga tiba di Labuan Bajo.
“Kemudian, untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta sinkronisasi evakuasi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo membuka posko kesiapan transportasi laut di terminal penumpang, serta mengeluarkan notice to marine (NTM) keselamatan dan broadcast melalui stasiun radio pantai (SROP) setiap empat jam,” tambah dia.
Sebagai informasi, hingga saat ini pengoperasionalan bandara masih menyesuaikan situasi abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati ±1.500 m di atas puncak (±3.084 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Utara. Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi sementara ±2 menit 15 detik,” papar Budi.
Terkait hal tersebut, lanjut Budi, hingga Senin (11/11/2024) pukul 06.12 waktu setempat, Airnav Indonesia telah mengeluarkan informasi mengenai bandara-bandara yang buka maupun tutup akibat terdampak di sekitar wilayah erupsi.
“Bandara yang buka antara lain Bandara Gewayantana Larantuka, Bandara Wunopito Lewoleba, Bandara Tambolaka, serta Waingapu. Sedangkan bandara yang tutup antara lain Bandara Internasional Komodo, Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Bandara H. Hasan Ende, Bandara Soa, serta Bandara Frans Sales Lega,” tutur dia.
Selain dengan angkutan laut, menurut Budi, Kemenhub sedang dilakukan pembahasan alternatif lainnya seperti penambahan frekuensi penerbangan di bandara terdekat yang tidak terdampak.
“Jika hingga Senin (11/11) penerbangan dari Labuan Bajo belum bisa dilakukan, terbuka kemungkinan untuk kembali melakukan penyesuaian rute KM Egon. Jadi setelah tiba di Lembar, kapal tersebut kembali lagi ke Labuan Bajo,” tutup Budi.

