Mendagri Tekankan Peran Pemerintah Daerah Tentukan Keberhasilan Program Nasional
BOGOR, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat mengungkit soal besaran dana APBD yang bergulir di seluruh wilayah se-Indonesia. Hal itu diungkap Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2024 di Sentul, Kamis (7/11/2024). Acara ini turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Tito menyampaikan saat ini dana kelola pemerintah daerah di seluruh wilayah jika ditotal mencapai angka Rp 1.200 triliun. Dia menyebut anggaran sebesar Rp 919 triliun merupakan transfer dari pemerintah pusat, sedangkan sisanya yang hampir Rp 300 triliun adalah APBD. Menurutnya pemerintah daerah memiliki peran strategis terhadap program pembangunan nasional.
"Dinamika di daerah yang menentukan keberhasilan nasional," kata Tito.
Baca Juga
Rakornas Pempus dan Pemda kali ini dihadiri langsung oleh 5.360 peserta, yang berasal dari instansi pusat sebanyak 525 orang. Kemudian, jajaran forkopimda untuk tingkat provinsi sebanyak 496 orang, 38 gubernur dan juga KPU, Bawaslu, BPS, kepala DPTSP, jajaran forkopimda kabupaten/kota 4.369 orang, 98 wali kota.
"Hal ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan mengharmonisasikan pemerintah daerah dan Forkopimda serta instansi verstikal di daerah guna mendukung program prioritas serta arah kebijakan Bapak Presiden 5 tahun ke depan," ungkap Tito.
Menurut Titio agenda rakornas dibagi ke dalam beberapa diskusi panel. Panel pertama, yakni penyelenggaraan tata kelola yang efisien. Kemudian panel kedua adalah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045, dilanjutkan panel ketiga yang mengangkat program pemulihan pemerintah pusat. Dan pada panel keempat akan membahas persiapan pilkada serentak yang aman dan damai.
Baca Juga
Budi Gunawan Minta Kepala Daerah Hati-Hati Tetapkan UMP 2025
"Bapak Presiden yang kami hormati saya harapkan dari agenda ini ada arahan dari pemerintah pusat khususnya dari Bapak yang akan menjadi pedoman bagi kepala daerah dan jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi," sebut Tito.

