Retreat Kabinet di Akmil, Hasan Nasbi Terkesan dengan Prosesi Makan Terpimpin
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengaku sangat menikmati dengan kebersamaan dan kedisiplinan selama menjalani Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang. Hasan Nasbi mengungkapkan salah satu yang paling berkesan dalam kegiatan retret para pembantu Presiden Prabowo Subianto sejauh ini adalah prosesi makan terpimpin.
"Saya sangat menikmati kebersamaan dan kedisiplinan selama menjalani retret di Akmil ini. Salah satu yang paling berkesan adalah prosesi makan pagi dan makan siang terpimpin. Mungkin juga nanti makan malam akan dengan prosesi yang sama," kata Hasan Nasbi dalam keterangannya, Jumat (25/10/2024).
Baca Juga
J Trust Bank Catat Pertumbuhan Kredit 24,97% Jadi Rp 27,12 Triliun di Semester I 2024
Dipaparkan, pada pagi hari, seluruh anggota Kabinet Merah Putih sudah berada pukul 8.00 WIB di tenda makan KS Tubun. Namun, para pejabat negara itu tidak boleh makan sendiri-sendiri. Prosesi makan pagi dipimpin oleh Prabowo.
"Presiden Prabowo membunyikan lonceng satu kali, lalu semua anggota kabinet menundukkan kepala berdoa. Setelah hening sejenak, lonceng berbunyi dua kali sebagai pertanda prosesi doa selesai. Lalu, semua anggota kabinet serentak meneriakkan 'selamat makan'," tuturnya.
Tidak hanya makan yang dimulai bersamaan. Berakhirnya makan pun harus di saat yang bersamaan. Ketika lonceng berbunyi sekali, semua berhenti dan berdoa setelah makan. Kemudian, lonceng berbunyi dua kali sebagai tanda akhir dari doa, dan semuanya meneriakkan "terima kasih".
"Ketika makan siang juga dengan prosesi yang sama. Kali ini dipimpin oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka," katanya.
Baca Juga
Tak Maksud Militeristik, Prabowo: Saya Minta Saudara Setia pada Bangsa dan Negara
Proses makan terpimpin ini mungkin terkesan sepele. Namun, bagi Hasan Nasbi, prosesi ini bagian dari keteraturan dan kedisiplinan yang diajarkan di Akmil. Salah satu dari banyak hal tentang kebersamaan dan kedisplinan yang diajarkan kepada taruna-taruna calon patriot bangsa.
"Bagi kami memang hanya dua hari, tetapi kami bisa membayangkan pembentukan karakter dan semangat korps yang ditanamkan di Akmil Magelang. Dua hari yang bagi orang-orang seperti saya penting untuk menyerap energi para patriot-patriot bangsa agar setia pada tujuan berbangsa dan bernegara," ungkapnya.

