Profil Muliaman Hadad, Eks Ketua OJK yang Kini Dilantik Jadi Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara
JAKARTA, investortrust.id - Muliaman Darmansyah Hadad atau yang lebih akrab disapa Muliaman Hadad dipercayakan Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Muliaman ditemani satu wakil kepala badan, yaitu Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang yang juga dilantik dalam waktu yang sama.
Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2024). Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden No 142 P tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
Lebih dekat, Muliaman Hadad sebagai informasi merupakan sosok yang akrab dikenal di industri investasi. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017.
Tak hanya itu, Muliaman juga menduduki kursi Komisaris Independen PT Astra International Tbk (ASII). Ia juga menduduki posisi Komisaris Utama dan merangkap Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI. Ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Swiss.
Sedari kecil, pria kelahiran Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, 3 April 1960 tersebut memang dikenal sebagai sosok yang pandai dan aktif. Sejak duduk di bangku SD, Muliaman kerap menyelesaikan jenjang pendidikannya lebih cepat dari anak seusianya. Kemampuan analisisnya yang cepat dan cerdas memudahkan ia untuk lompat tahun melewati teman-temannya.
Baca Juga
Muliaman Hadad Jadi Komisaris Independen Astra International
Hingga jenjang perguruan tinggi, Muliaman bahkan termasuk salah satu mahasiswa yang lulus tercepat di angkatannya. Pada tahun 1979 Muliaman masuk Fakultas Ekonomi UI mengambil Jurusan Studi Pembangunan. Ia kemudian memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada 1984 dan menjadi salah satu lulusan tercepat di angkatannya.
Pada tahun 1990 Muliaman melanjutkan studi program magister di John F Kennedy School of Government, Harvard University, USA dan memperoleh gelar Master of Public Administration pada tahun 1991.
Selanjutnya pada tahun 1996, Muliaman mendapatkan gelar Doctor of Philosophy dari Faculty of Bussines and Economics, Monash University, Australia. Setelah menamatkan pendidikan S1, Muliaman mengawali kariernya dengan menjadi staf umum di Kantor Bank Indonesia Makassar pada 1986.
Bergelut di bidang perbankan, Muliaman mampu menapaki karier dengan mulus. Ia berhasil menduduki jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 2006, bahkan hingga dinobatkan sebagai deputi termuda kala itu.
Selain perbankan, Muliaman juga menekuni bidang perencanaan strategis dan program transformasi organisasi. Ia pun terlibat aktif dan sempat menduduki posisi penting di sejumlah organisasi ekonomi yang diikuti. Muliaman tercacat sebagai Sekretaris Jenderal PP ISEI selama dua periode, yakni 2003 – 2006 dan 2006 – 2009.
Baca Juga
Persaingan Industri Mengetat, Muliaman Sarankan Strategi Ini
Tak hanya itu, ia juga pernah didaulat sebagai Sekretaris Dewan Penasehat Indonesian Risk Proffesionals Association, serta Ketua Komite Evaluasi Program Pendidikan dan Latihan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.
Sebagai alumnus Universitas Indonesia, Muliaman bahkan pernah menjadi dosen Pascasarjana Universitas Indonesia dan menjabat Ketua ILUNI FE periode 2007 – 2010.
Sementara itu sebagai dosen, Muliaman dikenal aktif menulis dan mempublikasikan karyanya dalam jurnal nasional maupun internasional.
Sebagai penghargaan, pada 2013 Muliaman juga mendapat penghargaan sebagai tokoh syariah atas perannya mengembangkan industri keuangan syariah di Tanah Air. Ini adalah ganjaran dari kerja keras, kepedulian, pemikiran, dan dukungannya kepada industri keuangan syariah.
Kemudian di tahun 2016, Muliaman D Hadad juga mendapatkan penghargaan "Distinguished Alumni Award 2016" dari Universitas Monash Australia atas kontribusi signifikan yang diberikannya selama ini dalam perkembangan Sektor Jasa Keuangan di Indonesia. Muliaman yang pada 1996, mendapatkan gelar Doctor of Philosophy dari Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Monash, juga dinilai telah menorehkan berbagai prestasi di bidang kerjanya dan menunjukkan kepemimpinan serta kesuksesan yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Universitas Monash juga melihat peran Muliaman selama di Bank Indonesia, telah menunjukkan jejak karir yang baik sebagai perencana strategis dan transformator organisasi.
Muliaman menghabiskan 25 tahun berkarya di Bank Indonesia antara lain pada Biro Stabilitas Sistem Keuangan pada 2003, Penelitian dan Pengaturan Perbankan sejak tahun 2005 dan menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia antara tahun 2006 - 2012.
Tak hanya itu, pada medio 2016 ia juga mendapatkan penghargaan Global Good Governance (3G) untuk kategori Government & Politics – Civil Service Award dari Cambridge IF Analytica. Penghargaan tersebut diberikan karena Muliaman dinilai telah menjadi inspirasi dalam upaya menjunjung tinggi aspek profesionalisme dan mendorong penerapan tata kelola yang baik pada area pelayanan publik.

