Meski Bukan Diplomat Karir, Menlu Sugiono Optimistis Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono angkat bicara terkait dengan kekhawatiran publik lantaran dirinya bukan berlatar belakang diplomat karier seperti para Menlu terdahulu.
Seperti diketahui, Sugiono merupakan Menlu pertama sejak 2001 yang bukan berasal dari kalangan diplomat karier Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Menlu terakhir yang dari kalangan politisi atau bukan diplomat karier adalah Alwi Shihab yang menjabat pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 1999-2001.
Baca Juga
Cetak Rekor Tertinggi Baru, Lompatan Saham PIK2 (PANI) makin Tinggi Usai Pemerintah Baru Terbentuk
Pria yang lahir di Takengon, Aceh Tengah itu merupakan Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga tangan kanan Prabowo. Sebelum masuk ke Partai Gerindra, Sugiono merupakan anggota TNI yang bertugas untuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Sugiono menyebutkan bahwa latar belakangnya yang bukan berasal dari kalangan diplomat karier Kemlu bukan menjadi persoalan. Sebab, dirinya tidak akan bekerja sendirian. "Saya akan dibantu banyak tenaga yang kapasitasnya luar biasa," katanya ketika ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024).
Menurut Sugiono, dirinya akan bekerja sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Politik luar negeri yang bebas menentukan sikap dan kebijaksanaan terhadap permasalahan internasional dan tidak bepihak kepada kekuatan dunia serta secara aktif memberikan sumbangan, baik dalam bentuk pemikiran maupun partisipasi aktif dalam menyelesaikan konflik, sengketa, dan permasalahan dunia lainnya.
Baca Juga
Prabowo Titip Kementerian Perumahan Kabinet Merah Putih pada Maruarar Sirait, Simak Profilnya
"Saya kira sudah jelas bahwa politik luar negeri kita tetap berpegang pada tradisi dan konstitusi. Kita punya politik luar negeri yang bebas aktif dan kemarin dalam pidato beliau menyampaikan bahwa kita ingin menjadi teman dan tetangga yang baik," tuturnya,
Kemudian, untuk hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dan China, Sugiono menyebut Indonesia akan berupaya menjaga kedekatan dengan kedua negara tersebut. Indonesia juga diharapkan dapat menjembatani dua negara yang hubungannya kerap memanas itu.
"Arahan presiden adalah untuk tetap menjaga komunikasi yang baik dengan semua tetangga kita dan tentu saja upaya upaya untuk membantu saudara kita," tegasnya.
Baca Juga
Arif Havas Oegroseno, Dubes RI untuk Jerman Jadi Wamenlu Prabowo
Sementara itu, terkait dengan pembagian tugas Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Sugiono mengaku belum bisa memberikan penjelasan dan harus mempelajari bagaimana pekerjaannya di Kemlu. "Akan saya pelajari setelah masuk ke Kemlu," ujarnya.
Sugiono akan dibantu oleh tiga orang Wamenlu, yakni Anis Matta yang berlatar belakang politisi. Kemudian Arrmanatha Nasir dan Arif Havas Oegroseno yang berasal dari kalangan diplomat karier Kemlu.

