Prabowo Titip Kementerian Perumahan Kabinet Merah Putih pada Maruarar Sirait, Simak Profilnya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menitipkan amanah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman kepada Maruarar Sirait menggantikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
“Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ucap Prabowo saat membacakan susunan Kementerian Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024) malam.
Lalu, bagaimana jenjang karier sang Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dipercaya Presiden ke-8 RI tersebut?
Dikutip dari halaman resmi Perpustakaan Nasional (Perpusnas), pria bersuku Batak itu lahir pada 23 Desember 1969 di Medan, Sumatera Utara. Ayahnya, Sabam Sirait, merupakan politikus senior dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sejak dulu, Ara, sapaan akrab Maruarar, sudah terbiasa dengan lingkungan politik, sehingga tidak mengherankan jika ia kemudian mengikuti jejak sang ayah di dunia politik.
Baca Juga
Maruarar Sirait Jongkok di Hadapan Ibunda Jelang Pelantikan di Istana
Maruarar Sirait pernah menjabat sebagai Anggota DPR di Komisi XI periode 2004-2009, serta menjadi Ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Olahraga di DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada masa jabatan 2005-2010.
Dari sisi pendidikan, Ara merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Parahyangan, Bandung, pada era 1996. Di kampus tersebut, ia mulai menunjukkan ketertarikannya pada dunia politik dengan bergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Pengalamannya di organisasi ini memberikannya banyak wawasan tentang negosiasi, diskusi, serta dinamika politik. Selain itu, Ara juga aktif di Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Parahyangan, yang kemudian semakin memperkuat minatnya untuk terjun ke politik.
Setelah menempuh Sarjana (S1), Ara memulai karier politiknya di PDIP pada tahun 1999. Pada Pemilu 2004, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dan berhasil terpilih.
Ia ditempatkan di Komisi XI yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan, dan Perbankan. Ara sukses mempertahankan kursinya di komisi yang sama pada Pemilu 2009 dan 2014.
Selain kiprahnya di legislatif, Ara juga memiliki peran penting dalam mendukung kampanye Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014. Namanya bahkan sempat disebut-sebut sebagai calon menteri dalam kabinet Jokowi.
Baca Juga
Prabowo Lantik 48 Menteri dan 6 Pejabat Setingkat Menteri Kabinet Merah Putih
Ara mengumumkan keputusannya untuk keluar setelah bergabung dengan partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri sejak tahun 1999. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk mengikuti jejak Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Saat Pilpres 2014, Ara aktif dalam kampanye untuk Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDIP. Namanya juga sempat dibicarakan sebagai calon menteri dalam pemerintahan presiden terpilih, meskipun ia tidak dilantik sebagai menteri.
Setelah itu, Maruarar mencalonkan diri lagi sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019, tetapi tidak berhasil masuk ke parlemen.
Selain terjun di dunia politik, Ara juga menggeluti dunia bisnis. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Potenza Sinergi.
Ara juga memiliki pengalaman sebagai manajer Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) Universitas Parahyangan, Bandung, yang menambah daftar panjang perjalanan kariernya di luar dunia politik.

