Simak Rekayasa Lalu Lintas Imbas Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama stakeholders terkait akan memberlakukan rekayasa lalu lintas mulai 21 September 2024 hingga 30 November 2025 seiring dengan masih berlangsungnya proyek konstruksi MRT Jakarta Fase 2A CP201 (Bundaran HI – Harmoni).
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Ahmad Pratomo menyatakan, saat ini pekerjaan pembangunan struktur Stasiun Thamrin telah selesai, dan selanjutnya akan dilaksanakan pekerjaan konstruksi untuk pintu masuk/keluar dan fasilitas pendukung berupa Ventilation Tower dan Cooling Tower pada sisi Timur Stasiun Thamrin.
“Selain itu pekerjaan konstruksi pada pintu masuk Stasiun Monas (Entrance-1) di Jalan Museum masih terus berlangsung dan pekerjaan konstruksi pada area Gedung Sekretariat Negara (Setneg) akan segera dimulai,” kata Ahmad dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (18/9/2024).
Baca Juga
Jokowi Canangkan Pembangunan MRT Jakarta Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1
Adapun rekayasa lalu lintas yang telah MRT Jakarta koordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya sebagai berikut:
1. Rekayasa Lalu Lintas Stasiun Thamrin Tahap 2A (21 September 2024 – 28 Februari 2025)
a. Jalan M H Thamrin Sisi Barat (arah Kota)
· Mulai dari depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) sampai dengan depan Gedung Bank Indonesia, arus lalu lintas masih sama dengan kondisi saat ini, memiliki tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
b. Jalan M H Thamrin Sisi Timur (arah Blok M)
· Area konstruksi MRT Jakarta yang semula berada pada area bagian tengah jalan akan berpindah ke sisi timur Jalan MH Thamrin
· Sehingga mulai dari depan Gedung Kementerian ESDM hingga depan Thamrin 10 Food & Creative Park, arus lalu lintas berpindah ke area bagian tengah jalan dan terdiri dari tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus Transjakarta (3+1).
c. Simpang Jalan M.H. Thamrin – Jalan Kebon Sirih
· Arus lalu lintas pada Jalan Kebon Sirih dari arah timur (Gondangdia) menuju ke arah barat (Tanah Abang) akandibuka kembali sehingga kendaraan tidak harus berputar balik di Bundaran HI.
· Arus lalu lintas pada Jalan Kebon Sirih dari arah barat (Tanah Abang) dapat langsung menuju arah timur (Gondangdia).
d. Shelter Bus TransJakarta Bank Indonesia Sisi Timur (arah Blok M)
· Shelter Bus TransJakarta Bank Indonesia sisi Timur yang berada di depan Thamrin 10 Food & Creative Park akan dipindahkan sementara ke depan Gedung ex-Bank Bangkok mulai tanggal 21 September hingga 20 November 2024.
· Pada 21 November 2024 dan selanjutnya, operasional Shelter Bus TransJakarta Bank Indonesia sisi timur akan dipindahkan ke lokasi yang berada di depan Gedung Wisma Mandiri.
· Sementara itu, tidak terdapat perubahan operasional untuk Shelter Bus TransJakarta Bank Indonesia yang berada pada sisi Barat (arah Kota).
e. Jalan Budi Kemuliaan pada Simpang Bundaran Air Mancur (Samping Gedung Indosat)
· Dilakukan pengurangan lajur lalu lintas pada Jl. Budi Kemuliaan (arah timur) yang berada disimpang Bundaran Air Mancur untuk pembangunan pintu masuk Stasiun Thamrin (Entrance-6) yang akan dilakukan hanya pada malam hari, antara jam 22.00 – 05.00 WIB di mana akan dilakukan pengurangan dua lajur kendaraan. Selama penutupan 2 lajur kendaraan pada malam hari, Bundaran Air Mancur tetap dapat dilalui. Selain pada jam tersebut, area konstruksi kembali ditutup dengan dek baja dan dapat dilalui kembali oleh kendaraan.
Baca Juga
MRT Jakarta Fase 2 Bundaran HI-Ancol Barat Ditargetkan Beroperasi Penuh pada Akhir 2029
2, Rekayasa Lalu Lintas Jl. Museum (1 September 2024 – 31 Juli 2025)
Pekerjaan pembangunan pintu masuk Stasiun Monas (Entrance-1) yang berada di Jalan Museum hingga saat ini masih dalam proses konstruksi. Penutupan Jalan Museum akan tetap seperti saat ini hingga tanggal 31 Juli 2025. Kendaraan dari arah Jalan Abdul Muis menuju Jalan Medan Merdeka Barat tetap dialihkan melalui Jalan Budi Kemuliaan.
3, Rekayasa Lalu Lintas untuk Pekerjaan Konstruksi di Sisi Timur Jl. Majapahit (17 September 2024 – 30 November 2025)
Pekerjaan konstruksi akan berada pada Jalan Majapahit tepatnya di area Pagar Gedung Sekretariat Negara. Berikut detail rekayasa lalu lintas pada Jalan Majapahit:
· Akan dilakukan pengurangan lajur pada Jalan Majapahit arah utara (arah Monas), menjadi dua lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan bus TransJakarta (2+1).
Ahmad turut menyampaikan, pihaknya bersama Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana akan selalu memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan selama proses konstruksi berlangsung dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Tak sampai di situ, dia menyampaikan rasa terima kasih serta memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan masyarakat Jakarta selama konstruksi ini berlangsung.
“Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini. Selain itu, kami juga berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan,” tutup Ahmad.

