MRT Jakarta Fase 2 Bundaran HI-Ancol Barat Ditargetkan Beroperasi Penuh pada Akhir 2029
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan MRT Jakarta Fase 2 (Bundaran HI-Ancol Barat) yang memiliki panjang jalur sekitar 11,8 kilometer (km) akan mulai operasional di akhir tahun 2029. Pembangunan proyek MRT ini terbagi atas dua segmen.
“Segmen pertama itu target operasinya di akhir tahun 2027, dan segmen yang kedua itu target operasinya di akhir tahun 2029,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina di Kantor MRT Jakarta, Wisma Nusantara Lt. 22, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Sebagai informasi, segmen pertama yang dibidik akan beroperasi pada tahun 2027 adalah rute Thamrin-Monas dalam paket CP 201. Sedangkan yang akan beroperasi penuh pada tahun 2029 adalah keseluruhan MRT Jakarta Fase 2.
Adapun total investasi yang dikucurkan dalam pembangunan keseluruhan MRT Jakarta Fase 2 ini sekitar Rp 44,3 triliun yang terdiri atas dua Fase yakni 2A dan 2B.
Baca Juga
Progres Fisik Proyek MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Kota Capai 37,55%
Lantas, bagaimana progres pengerjaan kedua Fase tersebut?
Weni pun memaparkan, progres rata-rata pengerjaan Fase 2A saat ini telah mencapai 37,55% dengan rincian CP 201 (Bundaran HI-Harmoni) sekitar 78,5%, CP 202 (Harmoni-Mangga Besar) sekitar 32,22%, dan CP 203 (Mangga Besar-Kota) berkisar 57,89%.
“Total pengerjaannya di fase 2A ini sudah di angka 37,55%. Itu sudah termasuk dengan pekerjaan railway system (CP 205) dan rolling stock-nya (CP 206),” papar Weni.
Perlu diketahui, MRT Jakarta Fase 2A (Bundaran HI-Kota) dikerjakan dalam tiga paket kontrak yakni CP 201, CP 202, dan CP 203 dengan total nilai investasi sebesar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA).
Tiga paket kontrak tersebut dikerjakan oleh dua kontraktor yaitu kontraktor Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) yang menggarap CP 201 dan CP 202. Sedangkan CP 203 digarap oleh PT Hutama Karya (Persero).
Sementara itu, progres MRT Jakarta Fase 2B (Mangga Dua-Ancol Barat) saat ini telah melewati tahap studi kelayakan (feasibility study/FS) dan akan beroperasi fully underground atau sepenuhnya berada di bawah tanah.
Baca Juga
“FS-nya sudah selesai, kita sedang dalam persiapan dokumen trase, kemudian penetapan lokasi (Penlok), dan juga persiapan untuk mulai basic engineering design,” ujar Weni.
Weni juga mengungkapkan, MRT Jakarta Fase 2B ini mendapatkan pendanaan dari kerja sama pemerintah Indonesia dengan Negeri Sakura melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar Rp 19 triliun.
“(Investasi) yang 2B-nya itu kurang lebih di angka Rp 19 triliun, dan ini termasuk dengan deponya (depo Ancol Marina),” ungkap dia.
Melansir dari laman jakartamrt.co.id, proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 km dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat.
Fase 2 ini melanjutkan Koridor Utara-Selatan Fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019, yaitu dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Dengan hadirnya Fase 2 ini, total panjang jalur Utara-Selatan menjadi sekitar 27,8 km dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit.

