Satu Data Indonesia Bakal Ajak Badan Gizi Nasional Sikronisasi Data
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Satu Data Indonesia Dini Maghfirra mengatakan akan mengajak Badan Gizi Nasional untuk sinkronisasi data sesuai kebutuhan badan baru tersebut. Dini mengatakan kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan kebutuhan data yang bisa memaksimalkan berjalannya program Makan Bergizi Gratis.
"Pasti akan duduk bareng. Karena mereka butuh data yang spesifik. Harapannya untuk level data mikro bisa disediakan," kata Dini kepada investortrust.id, di JI EXPO, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Dini mengatakan proses sinkronisasi data itu akan dilakukan setelah tata kelola organisasi Badan Gizi Nasional selesai.
"Badan Gizi Nasional masih fokus di tata kelola keseluruhan," ujar dia.
Dalam waktu yang relatif pendek menjelang akhir tahun, kata Dini, Satu Data Indonesia akan memaksimalkan organisasi data yang tersedia di tingkat kementerian/lembaga (K/L).
"Sebetulnya sudah ada data yg tersedia di K/L. Jadi nggak, bukan lagi dari nol juga," kata dia.
Dini mengatakan data siswa telah tersedia di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sementara, data kesehatan, kata dia, sudah tersedia di Satu Sehat.
"Mungkin yang belum terlalu lengkap yaitu status gizinya. Tapi, BKKBN melalui pendataan keluarga sudah ada. Jadi bukan berarti dari nol datanya," ujar dia.
Sebelumnya, Kemententerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memasukkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas nasional rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2025. Program unggulan penguatan SDM adalah pemberian bantuan gizi.
Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Scenaider Clasein Hasudungan Siahaan mengungkap, pemerintah akan memprioritaskan bantuan gizi yang menyasar sekitar 15,42 juta jiwa tahun 2025. Bantuan ini akan dieksekusi melalaui program makan bergizi gratis yang dicanangkan presiden terpilih, Prabowo Subianto.
"Highlight program utama adalah memberikan makanan bergizi sehat di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil dengan sasaran 15,42 juta jiwa, baik itu anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui dan balita di 514 kabupaten/kota," kata Scenaider dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan program makan siang gratis (MBG) akan dimulai pada 2 Januari 2025 secara nasional. Dadan mengatakan langkah ini untuk mempercepat proses pelaksanaan program karena telah masuk anggarannya dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
“2 Januari kita langsung laksanakan program makan bergizi,” kata Dadan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024).

