Mengenang Sosok Sederhana Faisal Basri, Aktivis Ekonomi dan Politik
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Batubara atau yang dikenal dengan Faisal Basri mengembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (5/9/2024) dinihari. Faisal Basri meninggal dunia pada usia 65 tahun di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 03.50 WIB pada usia 65 tahun.
Sosok Faisal Basri dikenal sebagai ekonom yang kerap melontarkan kritik kepada pemerintah. Ekonom yang juga alumnus Universitas Indonesia (UI) ini mengajar untuk sejumlah mata kuliah di program sarjana dan pascasarjana UI. Selain di bidang ekonomi, Faisal yang pernah meraih penghargaan Pejuang Antikorupsi tahun 2003 ini juga aktif di bidang politik.
Sahabat almarhum yang juga salah satu ekonom pendiri Indef, Didik J Rachbini mengenang Faisal Basri sebagai sosok yang idealis dan berintegritas. Didik mengenal Faisal sebagai sosok idealis dengan prinsip kuat mengenai bagaimana ekonomi dan politik harus dikelola demi kepentingan publik.
"Faisal Basri adalah sosok yang tegas dan berani dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam ekonomi dan politik Indonesia," kenang Didik J Rachbini.
Baca Juga
Meski tidak menduduki jabatan formal di partai atau pemerintahan, kata Didik, kiprah Faisal baik sebagai akademisi sertta aktivis ekonomi dan politik telah memberikan dampak besar dalam mendorong reformasi, perbaikan kebijakan serta, dan demokrasi secara luas di Indonesia
Faisal Basri bersama Didik J Rachbini, Fadhil Hasan, Didin Damanhuri, dan Nawir Messi terlibat dalam pendirian Indef, institusi bereputasi, kritis dan progresif dalam menilai kebijakan ekonomi Indonesia. Menurut Didik, ia tidak memiliki perbedaan pandangan dengan Faisal, khususnya dalam hal kemandirian analisis ekonomi dan keinginan mendorong reformasi ekonomi yang lebih adil dan prorakyat.
"Dengan sahabat ekonom lainnya di Indef seperti Didin Damanhuri, Faisal sama-sama mengedepankan prinsip-prinsip ekonomi yang berkelanjutan dan adil, berbagi visi dalam hal reformasi kebijakan ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat bawah," tutur Didik.
Kemudian yang tidak kalah mengesankan, diakui Didik, Faisal Basri adalah sosok independen dan antikorupsi. Menurutnya, tidak ada yang bisa memengaruhi pandangan dan ketegasan dalam pemikiran seorang Faisal Basri. Alumnus UI itu dipandang selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah dan tidak segan untuk menyuarakan pendapat yang berbeda, meskipun tidak populer.
"Dia sering menunjukkan sikap independen dalam analisisnya dan tidak terikat dengan kepentingan partai politik tertentu. Juga menyesalkan KPK diberangus pemerintah dan parlemen," beber Didik.
Rektor Universitas Paramadina ini juga mengenang Faisal Basri sebagai sosok yang amat sederhana serta memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas di dunia ekonomi dan politik Indonesia. Sebagai salah satu pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW), Faisal sering berbicara lantang tentang pentingnya memberantas korupsi di Indonesia, terutama di sektor ekonomi dan pemerintahan.
"Di bidang akademik, Faisal Basri juga dihormati sebagai dosen ekonomi di UI, dan mendirikan lembaga think tank Indef dengan kegiatan mengajar dan meneliti isu-isu ekonomi dengan fokus pada pembangunan ekonomi dan kebijakan publik," tutupnya.
Baca Juga
Karena Hal Ini, Ekonom Senior Indef Faisal Basri Sebut BI Harus Dibenahi
Ekonom senior lain, Chatib Basri, tidak ketinggalan menyampaikan dukanya sekaligus mengenang sosok Faisal Basri. Bagi Chatib, kepergian Faisal Basri merupakan sebuah kehilangan besar bagi masyarakat Indonesia. Eks Menteri Keuangan (Menkeu) ini tidak segan memuji integritas Faisal, yang dianggapnya sebagai sahabat, guru, dan senior.
"Saya banyak sekali belajar dari Bang Faisal, tidak hanya soal ekonomi, ia menjadi teladan soal integritas, soal keteguhan sikap, soal komitmen pada demokrasi, pada keadilan. Faisal Basri adalah salah satu ekonom terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini," tulis Chatib di akun X pribadinya.
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menganggap sosok Faisal Basri tidak hanya sebagai ekonom senior, tetapi juga seorang guru bangsa. Diakui Cak Imin, sikap kritis Faisal tidak pernah lekang oleh apa pun dan siapa pun. Ketua Umum PKB itu mengaku kehilangan sosok rekan diskusi yang telah lama ia kenal
"Saya dan keluarga besar PKB merasa sangat kehilangan mas Faisal, mari kita doakah beliau husnul khatimah," tulis Cak Imin di sosial media X.
Jenazah Faisal Basri akan dimakamkan di Masjid Az Zahra, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan.

