Imam Besar Istiqlal Akan Ajak Paus Diskusi soal Kemanusiaan, Toleransi, dan Lingkungan
JAKARTA, investortrust.id - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menyebut akan menyambut terbuka kedatangan pemimpin tertinggi gereja Katolik Paus Fransiskus. Nasaruddin mengatakan menjadi kehormatan bagi Masjid Istiqlal dan Indonesia.
“Maka dari itu, kami dari pihak Istiqlal, kita mengimbau warga bangsa mari kita tunjukkan negara dikenal sejak dulu sangat ramah penerima tamu,” kata Nasaruddin dalam diskusi Kunjungan Paus Fransiskus Simbol Persahabatan Lintas Agama dipantau daring dari akun Youtube FMB9ID_IKP, Senin (26/8/2024).
Nasaruddin mengatakan penyambutan ini ingin menghubungkan image orang Indonesia bahwa negara paling indah dan ramah. Ini berhubungan dengan sebuah hadis yang menyebut untuk menghargai tamu sekalipun nonmuslim.
Baca Juga
“Bukan hanya Paus, tapi siapapun tamu di Indonesia. Salah satu modalnya negeri yang ramah. Mari kita buktikan Indonesia sebagai negara yang ramah,” ujar dia.
Sementara itu, Nasaruddin telah mempersiapkan segala sesuatu. Dia menyebut semua kepala negara dan presiden yang telah berkunjung ke Masjid Istiqlal.
“Apalagi daya tarik Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, ada kanal toleransi, ada terowongan yang menghubungkan Istiqlal dan Katedral bernama Terowongan Silaturahmi,” ucap dia.
Nasaruddin mengatakan terowongan itu bukan sekadar kanal atau terowongan sebagai simbol dari toleransi bahwa Indonesia memiliki warga Indonesia yang akrab.
Baca Juga
Paus Fransiskus Akan Pimpin Misa di GBK, Dihadiri 86.000 Umat Katolik
“Jadi kita bisa membuktikan humanity is only one, kemanusiaan itu satu, perbedaan agama itulah lakum dinukum waliyadin,” kata dia.
Selain penyambutan, Nasaruddin mengatakan akan ada pembahasan bersama antara Paus Fransiskus dengan 150 pemimpin umat beragama lain. Dalam diskusi bersama itu akan ada kesepakatan bersama.
“Bahasa kami untuk melestarikan lingkungan hidup, bocoran salah satunya di antaranya,” kata dia.

