Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia Didukung Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id - Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus Romo Thomas Ulun Ismoyo menyebutkan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia terwujud, karena Indonesia dianggap negara yang istimewa.
“Sebagai negara pertama dari empat negara yang dikunjungi kali ini, ada yang istimewa dari Indonesia dan boleh dikatakan Indonesia itu hebat di mata dunia tentu saja,” ujar Thomas dalam diskusi Kunjungan Paus Fransiskus Simbol Persahabatan Lintas Agama dipantau daring dari akun Youtube FMB9ID_IKP, Senin (26/8/2024).
Meski sempat tertunda kedatangannya karena pandemi Covid-19, Thomas mengatakan, kunjungan Paus Fransiskus tetap terlaksana. Ini artinya, Gereja Katolik Vatikan melihat Indonesia sebagai miniatur keberagaman dan toleransi yang senantiasa terawat.
Baca Juga
Paus Fransiskus Akan Pimpin Misa di GBK, Dihadiri 86.000 Umat Katolik
“Di beberapa tempat, tapi secara umum Indonesia hebat bisa merawat dan juga menjaga keberagaman,” kata dia.
Thomas mengatakan, Indonesia menjadi bagian penting bagi komunitas gereja Katolik internasional. Saat ini, kata dia, misionaris asal Indonesia banyak mengisi gereja-gereja katolik di dunia.
“Kalau dulu kita mengimpor pastur dari negara-negara di Eropa. Sekarang gantian, bahkan pemimpin beberapa lembaga lembaga religius Katolik berasal dari Indonesia,” ucap dia.
Dia mengatakan, Paus Fransiskus akan tiba ke Indonesia sebagai Kepala Negara sekaligus pemimpin gereja Katolik dunia. Salah satu pesan yang akan disampaikan yaitu perdamaian kemanusiaan dan universal.
Baca Juga
Indonesia Jadi Negara Pertama yang Dikunjungi Paus Fransiskus
“Maka kunjungan-kunjungan yang dilakukan terutama di Indonesia melingkupi beberapa aspek tersebut. Ada kunjungan dengan Kepala Negara RI menunjukkan hubungan bilateral, ada kunjungan dengan kepala relijius gereja Katolik, yang berbagai macam cara berkarya di Indonesia,” kata dia.
Selain itu, Thomas Paus Fransiskus juga bertemu dengan para pemimpin lintas agama di Masjid Istiqlal. Dia mengatakan pertemuan itu istimewa karena ingin menunjukkan persaudaraan di antara para pemimpin agama.
“Di Indonesia pemimpin agama perannya signifikan karena pemimpin agama itu punya umat dan punya pengaruh,” kata dia.

