Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie Daftar ke KPU Jabar pada 29 Agustus
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie membenarkan akan mendampingi Presiden PKS Ahmad Syaikhu maju di Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2024.
Ilham Habibie mengatakan, deklarasi pasangan dirinya dan Ahmad Syaikhu akan digelar di Nasdem Tower dan DPP PKS pada Rabu (28/8/2024) besok. Selanjutnya, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie mendaftar ke KPU Jabar pada Kamis (29/8/2024).
Baca Juga
Politikus PKS Bocorkan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Maju di Pilkada Jabar
Jadi (deklarasi) diputuskan di Jakarta. Kalau deklarasi, pendaftaran tentunya KPU di Bandung, hari Kamis tanggal 29," kata Ilham Habibie saat ditemui investortrust.id di The Habibie & Ainun Library, Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Ilham Habibie mengatakan, dirinya dan Ahmad Syaikhu memiliki kesamaan dan saling melengkapi. Kesamaannya, kata Ilham, Ahmad Syaikhu merupakan presiden PKS yang sangat memperhatikan aspek keislaman. Ilham pun fokus dengan hal tersebut karena puluhan tahun aktif di organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Bahkan, Ilham diketahui pernah menjabat sebagai ketua presidium ICMI periode 2010-2015 dan saat ini menjadi ketua Dewan Pakar ICMI periode 2021-2026.
Ilham Habibie mengaku masih merupakan pemula di dunia politik dan akan belajar mengenai politik, sementara Ahmad Syaikhu sudah lama berkarier di politik dan kini anggota DPR. Di sisi lain, Ilham sudah puluhan tahun bergelut di bidang industri, ekonomi baik secara nasional dan global serta teknologi dan pendidikan.
"Saling melengkapi, tetapi ada juga cukup kesamaan. Jadi ada kesamaan di mana kita punya pengertian fundamental yang sama," katanya.
Baca Juga
HUT RI di Jakarta dan IKN, Ilham Habibie: Kita Mampu Melakukan Hal Canggih Apa pun
Ilham mengatakan, terdapat hal lain yang menjadi keistemewaan dirinya dan Ahmad Syaikhul. Dikatakan, Syaikhu merupakan orang Sunda yang pernah menjabat sebagai wakil wali kota Bekasi. Menurutnya, hal ini penting karena faktor lokal memiliki peranan penting dalam pilkada.
"Bukan hanya soal bahasa dan budaya, tetapi juga pengertian mengenai permasalahan di lapangan," katanya.

