Alasan Bahlil Ingin Bentuk Struktur Pengurus Partai Golkar yang 'Tidak Gemuk'
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi mengumumkan struktur kepengurusan untuk periode 2024-2029. Sebagai formatur tunggal, Bahlil menegaskan akan membentuk struktur pengurus yang tidak gemuk.
"Insyaallah sampai dengan hari ini, saya masih berpikir atas kajian mendalam dari teman-teman steering committee dan pandangan dari beberapa stakeholder Golkar, bahwa kita akan memakai prinsip miskin struktur kaya fungsi, daripada kaya struktur miskin fungsi," ungkap dia dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Ia memastikan akan membentuk struktur pengurus yang ramping dalam tubuh DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Dikatakan Bahlil, pengurus yang pada periode sebelumnya berjumlah lebih dari 200 orang akan dirampingkan menjadi maksimal 100 orang. Namun ia meyakini nantinya pengurus akan berjumlah kurang dari 100 orang.
"Insyaallah sampai dengan hari ini, saya masih berpikir atas kajian mendalam dari teman-teman steering committee dan pandangan dari beberapa stakeholder Golkar, bahwa kita akan memakai prinsip miskin struktur kaya fungsi, daripada kaya struktur miskin fungsi," ungkap dia dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Ia memastikan akan membentuk struktur pengurus yang ramping dalam tubuh DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Dikatakan Bahlil, pengurus yang pada periode sebelumnya berjumlah lebih dari 200 orang akan dirampingkan menjadi maksimal 100 orang. Namun ia meyakini nantinya pengurus akan berjumlah kurang dari 100 orang.
"Sudah barang tentu banyak teman-teman kader Partai Golkar yang sangat luar biasa itu bertanya, kalau (pengurus) 100 terus yang lainnya dimana?" kata dia.
Adapun untuk menampung kader-kader yang tidak tercantum di struktur DPP Partai Golkar, ia mengatakan akan membentuk kelompok kerja (pokja). Selain itu ia juga akan membentuk badan-badan otonom serta lembaga-lembaga yang nantinya akan menjadi sekoci dari Partai Golkar.
"Karena saya punya keyakinan kader Partai Golkar itu selalu berpikir bukan persoalan dimana strukturnya tapi sesungguhnya apa fungsinya dan bagaimana cara kita mengoptimalkan peran dan kemampuan masing-masing," terang dia.
Sementara itu, Bahlil baru saja mengumumkan susunan struktur pengurus terbatas DPP Partai Golkar periode 2024-2029. Susunan itu ia bentuk dikarenakan harus menyelesaikan sejumlah agenda-agenda mendesak yang akan dihadapi Partai Golkar. Ia menambahkan dari susunan pengurus yang diajukan, telah memenuhi persyaratan 30% kuota perempuan.
"Selebihnya akan diselesaikan dalam kurang waktu yang sesingkat-singkatnya," tandas dia.

