Ekonom CSIS: “Reshuffle” Kabinet Tidak Terlalu Urgen bagi Perekonomian Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri mengatakan, perombakan (reshuffle) kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi tidak terlalu urgen terhadap perekonomian.
“Regulasi yang bakal dikeluarkan para menteri baru bisa saja mendorong perekonomian, tetapi tidak terlalu urgen dan tidak akan terlalu berdampak positif,” kata Yose Rizal saat ditemui di Auditorium CSIS, Jakarta, Senin (19/8/2024).
Menurut Yose Rizal, regulasi yang diterbitkan para menteri baru tidak akan terlalu berpengaruh karena perekonomian sudah autopilot atau berjalan secara otomatis dengan sendirinya. Misalnya isu peraturan menteri perdagangan (permendag) yang menimbulkan ketidakpastian. “Perekonomian kita telah berjalan sendiri,” ujar dia.
Baca Juga
Jokowi Reshuffle Kabinet Hari Ini, 3 Menteri dan 2 Kepala Badan Dilantik
Bahkan, menurut Yose Rizal, perubahan posisi dua menteri di kabinet Indonesia Maju bisa menambah kompleksitas regulasi. Pengangkatan menteri baru di Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian ESDM, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Komunikasi dan Informasi dapat memunculkan pengaruh yang tidak diinginkan masyarakat. Pengaruh ini muncul karena ketidakpastian yang lebih tinggi.
“Kita kan tidak tahu (regulasi) apa yang akan kemudian dikeluarkan menteri-menteri baru,” tutur dia.
Sementara itu, peneliti senior Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan mengatakan, reshuffle dapat dibaca sebagai langkah Jokowi mengamankan posisi politisnya. Selain itu, langkah ini memberikan ruang bagi pemerintah baru memulai pemerintah lebih dini.
“Supaya transisinya cepat. Kalau maksudnya seperti itu, baik-baik saja. Tapi, kalau maksudnya politis, ini bisa menimbulkan ketidakstabilan politik,” tegas Deni.
Baca Juga
Jokowi mengganti Menkumham, Yasonna H Laoly dengan politikus Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas. Menteri ESDM Arifin Tasrif digantikan Menteri Investasi/BKPM, Bahlil Lahadalia. Sementara itu, posisi Bahlil di Kementerian Investasi/BKPM diisi Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani.
Selanjutnya, Dadan Hindayana dilantik sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi sebagai kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, dan Taruna Ikrar dilantik sebagai kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

