Soal Isu Reshuffle Kabinet, Ekonom Indef: Kurang Bermanfaat
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai perombakan atau reshuffle kabinet yang kabarnya akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat kurang bermanfaat.
Pasalnya, menurut Tauhid, masa pemerintahan Presiden Jokowi hanya tersisa kurang lebih 2 bulan sebelum berganti ke pemerintahan yang baru, yakni dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada 20 Oktober mendatang.
“Menurut saya sih kalau dalam waktu dekat fungsinya menjadi kurang bermanfaat ya bagi, karena kan ini tinggal melaksanakan apa yang sudah direncanakan, diprogramkan,” ucap Tauhid saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2024).
Baca Juga
“Sehingga tinggal 2 bulan terakhir tidak fungsi terhadap mendorong perubahan kebijakan maupun mempercepat program, tidak terlalu fungsional begitu,” tambahnya menjelaskan.
Oleh sebab itu, Tauhid menyebutkan, apabila terdapat calon atau kandidat yang dinilai memiliki kemampuan memimpin suatu kementerian, maka disarankan agar dipersiapkan untuk kabinet pada kepemimpinan berikutnya.
"Jadi lebih baik, katakanlah kalaupun ada orang-orang terbaik yang diprioritaskan untuk kabinet yang baru. Karena kalau (kabinet) yang ini kan menurut saya sudah tinggal dua bulan lagi," tandas Tauhid.
Baca Juga
Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah buka suara mengenai isu perombakan Kabinet Indonesia Maju yang kabarnya dilakukan pada Rabu (14/8/2024) atau Kamis (15/8/2024). Jokowi tak membantah atau membenarkan isu tersebut, ia menyebut reshuffle kabinet akan dilakukan jika diperlukan.
"Ya kalau diperlukan. Kalau diperlukan," kata Jokowi kepada wartawan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (13/8/2024).

