Soal Isu Reshuffle Kabinet, Jokowi: Kalau Diperlukan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai isu perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
Jokowi tak membantah atau membenarkan isu tersebut. Jokowi hanya menyebut reshuffle kabinet akan dilakukan jika diperlukan.
"Ya kalau diperlukan. Kalau diperlukan," kata Jokowi kepada wartawan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (13/8/2024).
Baca Juga
Jokowi menekankan, masih memiliki prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan menteri.
"Saya sudah ngomong dari dulu, kalau diperlukan. Saya masih punya hak prerogatif itu," katanya.
Diketahui, muncul isu yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Berdasarkan informasi, terdapat empat pos menteri yang bakal di-reshuffle. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly yang merupakan politikus PDIP akan digantikan politikus Gerindra Supratman Andi Agtas.
Baca Juga
Kemudian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siri Nurbaya dikabarkan digantikan oleh politikus PSI yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Raja Juli Antoni.
Selanjutnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif digantikan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Sementara posisi Bahlil di Kementerian Investasi/ BKPM diisi oleh mantan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani.

