Menteri ESDM Sebut Pentingnya Rantai Pasok Sebagai Fondasi Industri Migas
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membuka acara Supply Chain and National Capacity Summit 2024 yang diselenggarakan di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2024). Arifin pun menekankan pentingnya rantai pasok (supply chain) sebagai fondasi industri minyak dan gas bumi (migas).
Dia menyebutkan, Indonesia harus memastikan bahwa rantai pasok yang dimiliki di sektor migas ini tidak hanya tangguh dalam menghadapi berbagai ketidakpastian, tetapi fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan pasar global dan kebutuhan domestik.
Untuk mencapai hal tersebut, dia mengatakan, ada empat poin penting yang perlu dipertimbangkan. Pertama, dengan mengadopsi teknologi modern, karena dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan.
Baca Juga
Sinopec Bakal Garap Ladang Migas Dekat Bekasi, Ini Penjelasan Menteri ESDM
“Transformasi digital dalam manajemen rantai pasokan, seperti penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan proses yang cepat. Teknologi ini akan memungkinkan kita untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah dengan lebih cepat,” kata Arifin Tasrif dalam acara Supply Chain and National Capacity Summit 2024, Rabu (14/8/2024).
Kedua, menurut dia, meningkatkan kapasitas nasional, yaitu pengembangan industri pendukung dalam negeri akan memperkuat ketahanan rantai pasokan dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor dan mempercepat ketersediaan barang dan jasa.
“Pengembangan kapasitas nasional juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara kita, karena rantai pasok industri kita membutuhkan kapasitas nasional yang lebih besar daripada yang telah kita capai saat ini,” terang dia.
Lebih lanjut, Arifin memaparkan, kapasitas nasional juga akan memungkinkan kita untuk merespons setiap peluang peningkatan produksi dengan lebih cepat.
Baca Juga
Adapun salah satu aspek penting dalam pengembangan kapasitas nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan terlatih disebut Arifin dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.
“Poin penting ketiga adalah mendorong kolaborasi. Kerja sama antara pemerintah, kontraktor, dan pelaku industri sangatlah penting. Dengan membangun kemitraan yang solid, kita dapat menciptakan ekosistem rantai pasokan yang lebih baik dan saling mendukung,” jelas Arifin.
Poin terakhir yang perlu ditekankan, kata Arifin, adalah inovasi dan penelitian. Penelitian dan pengembangan bersama dinilai akan membantu terciptanya solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dan meraih peluang baru. Inovasi adalah kunci untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar global.

