Jokowi kepada Seluruh Kepala Daerah: Selamat Datang di Ibu Kota Nusantara
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan selamat datang kepada kepala daerah seluruh Indonesia yang hadir di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (13/8/2024). Para gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia pada hari ini berkumpul di IKN untuk mendengarkan arahan Presiden Jokowi.
"Selamat datang di Ibu Kota Nusantara," kata Jokowi kepada para kepala daerah yang dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Di Sidang Kabinet, Prabowo Tegaskan Lanjutkan IKN, kalau Bisa Percepat
Jokowi mengungkapkan, istana kepresidenan yang ada di Bogor dan Jakarta merupakan bekas kolonial. Dicontohkan, Istana Negara sebelumnya dihuni oleh Gubernur Jendera Pieter Gerardus van Overstraten yang menjabat pada 1796-1801. Kemudian, Istana Merdeka dihuni oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge yang menjabat periode 1875-1881.
"Saya juga kaget, ternyata Istana Negara dan Istana Merdeka berbeda," katanya.
Selanjutnya, kata Jokowi, Istana Bogor dihuni oleh Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff yang menjabat periode 1736-1740. Jokowi mengaku selalu dibayang-bayangi oleh kolonialisme saat berada di istana-istana tersebut.
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi Belanda. Bekas gubernur jenderal Belanda. dan sudah kita tempati 79 tahun. Bau-baunya kolonial, selalu saya rasakan setiap hari, dibayang-bayangi," katanya.
Jokowi menekankan, IKN dibangun untuk menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan dalam membangun ibu kota negara sesuai dengan keinginan dan desain sendiri.
"Kita ingin menunjukkan bahwa kita punya kemampuan untuk juga membangun ibu kota sesuai dengan keinginan kita, sesuai dengan desain kita," katanya.
Baca Juga
Kerahkan Pakar, Prabowo Yakin IKN Bisa Berfungsi sebagai Ibu Kota dalam 5 Tahun
Jokowi pada mulanya bertanya kepada para gubernur, bupati, dan wali kota mengenai kondisi IKN. Jokowi mengakui, pembangunan IKN butuh waktu yang panjang dan baru dimulai sekitar dua tahun lalu. Untuk itu, kondisi yang saat ini dilihat para kepala daerah masih jauh dari kata selesai.
"Jangan keliru ini belum selesai. mungkin baru 20%-an. dan titik-titik spot yang dibangun di sini juga bukan hanya kawasan inti pemerintahan yang ada Istana Presiden, Istana Wapres kemudian kemenko, kementerian. banyak yang masih belum dibangun," katanya.

