Aduh! Data Pribadi 30.000 Pegawai Kemenhub Bocor di Dark Web
JAKARTA, investortrust.id - Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ternyata ikut bocor di dark web seperti data Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri dan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun X atau Twitter @FalconFeedsio, data yang berhasil dibocorkan termasuk data pribadi dari 30.000 pegawai Kemenhub. Data tersebut diunggah di situs BreachForum belum lama ini oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya.
"Kemenhub mengalami kebocoran data. Data yang berhasil dibocorkan meliputi informasi mengenai 30.000 pegawai meliputi nomor identitas, nama, jenis kelamin, lokasi, alamat surel, foto, dan lain-lain," demikian disampaikan oleh akun X @FalconFeedsio, dikutip Selasa (25/6/2024).
Baca Juga
Data Intelijen Militer Bocor dan Dijual di Dark Web, Begini Respons TNI
Berdasarkan tangkapan layar yang diunggah oleh akun tersebut, terdapat empat dokumen milik Kemenhub disebarluaskan melalui situs BreachForum. Dokumen tersebut antara lain menyebut data 30.000 data pegawai Dephub (Departemen Perhubungan) atau Kemenhub, Ditkapel (Direktorat Perkapalan dan Kepelautan), KSU (Kantor Syahbandar Utama) Tanjung Perak, dan NIP (nomor induk pegawai), email dengan password asli.
Akun X @FalconFeedsio terbilang sering mengungkap serangan siber terhadap instansi pemerintah dan perusahaan yang ada Indonesia sepanjang Juni 2024. Sebelumnya, akun tersebut mengungkapkan kebocoran data Inafis Polri yang kemudian dijual dengan harga US$ 1.000 atau sekitar Rp 16,3 juta dengan kurs Rp 16.377/US$.
Baca Juga
Kacau! Data Intelijen Militer RI Milik Bais TNI Bocor dan Dijual di Dark Web
Akun tersebut juga mengungkap kebocoran data Bais TNI. Data intelijen kemiliteran itu diunggah oleh peretas yang mengaku sebagai MoonzHaxor di situs BreachForum.
"MoonzHaxor, salah satu anggota yang terkenal di BreachForum telah mengunggah dokumen dari BAIS. Dokumen yang dibocorkan termasuk sampel data yang bisa diunduh dan untuk data lengkapnya tersedia untuk dijual," demikian informasi mengenai kebocoran data BAIS yang ditulis oleh akun X atau Twitter @FalconFeedsio pada Senin (24/6/2024).

