AHY Buka Suara soal Penolakan Alih Fungsi Hutan Adat Papua Seluas 36.094 Hektare
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY buka suara soal penolakan alih fungsi hutan adat Papua seluas 36.094 hektare (ha) yang bakal digusur menjadi lahan sawit PT Indo Asiana Lestari (IAL).
Menjawab persoalan tersebut, AHY menjelaskan, pada prinsipnya Kementerian ATR/BPN bertugas untuk menyiapkan lahan jika sudah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami pada prinsipnya sesuai tugas untuk mempersiapkan lahan. Kami pada prinsipnya ingin meyakinkan jika memang sudah ditetapkan,” kata AHY usai rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga
Menanggapi isu ‘All Eyes on Papua’ yang viral di media sosial, AHY meyakini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan selalu mengedepankan pendekatan yang “humanis” dalam upaya pembangunan.
“Saya yakin bahwa Presiden Jokowi juga selalu mengedepankan pendekatan yang humanis, tidak boleh atas nama pembangunan infrastruktur atau atas nama pertumbuhan ekonomi, kemudian meniadakan hak-hak masyarakat adat. Karena pada akhirnya pembangunan itu untuk rakyat bukan sebaliknya,” jelas dia.
AHY pun menyampaikan, pemerintah memang memiliki tantangan untuk bisa mencari titik tengah antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah menjaga agar masyarakat setempat tidak tergeser secara fisik maupun secara psikologis dari rumahnya sendiri.
“Tentunya kita hadirkan sesuai dengan aturan, sesuai dengan skema yang berlaku dan mudah-mudahan ada solusi yang baik yang tidak mengorbankan siapa pun,” pungkas AHY.
Baca Juga
AHY Serahkan 136 Sertifikat Tanah Elektronik di Jabar, Termasuk Gedung Sate dan Lapangan Gasibu
Sebagai gambaran, saat ini sedang viral persoalan alih fungsi hutan adat Papua. Poster “All Eyes On Papua” yang ramai di media sosial menunjukkan solidaritas kepada suku Awyu di Boven Digoel, Papua Selatan dan suku Moi di Sorong, Papua Barat Daya.
Dua suku tersebut sedang memperjuangkan hutan mereka dari pembukaan lahan sawit oleh PT IAL yang luasnya lebih dari setengah luas Kota Jakarta.
Persoalan ini merupakan salah satu representasi deforestasi di Papua, Indonesia. Data tutupan hutan dari Forest Watch Indonesia (FWI) menunjukkan laju deforestasi di bioregion Papua melonjak hampir tiga kali lipat pada periode 2009-2013 dengan luas 171,9 ribu ha per tahun. Sedangkan pada periode 2013-2017 laju deforestasi meningkat menjadi 189,3 ribu ha per tahun.

