Pramono Anung Dukung Polri Berantas Narkoba di Kampung Bahari
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendukung Polri memberantas narkoba, khususnya di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Diketahui, Polda Metro Jaya menyita narkoba berbagai jenis hingga senpi dan menangkap 27 orang saat menggerebek Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).
“Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya, dukungan sepenuhnya, kepada Polri yang sedang memberantas, mengambil tindakan tegas, perang terhadap narkoba. Apa yang dilakukan di Kampung Bahari, tentunya Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya untuk itu,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Senin (2/11/2026) dikutip dari Antara.
Baca Juga
Pramono Anung berharap upaya memerangi narkoba tidak dilakukan secara setengah-setengah. Pramono bahkan menegaskan akan bekerja sama dan mendukung dalam upaya pemberantasan narkoba di Jakarta.
Sebelumnya, Tim gabungan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek markas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026). Penggerebekan ini sebagai upaya mencegah peredaran narkotika di daerah setempat.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi mengatakan penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh personel gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, dan Brimob Polri.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menggunakan Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.
Commuter Line itu digunakan oleh petugas sebagai kendaraan alternatif yang dapat langsung mengakses jalur Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba. Satu per satu lapak peredaran narkoba di sepanjang rel kereta dan pemukiman penduduk itu kemudian disambangi oleh petugas gabungan.
Baca Juga
Kapolri Terbitkan Surat Edaran, Larang Personel Polri Gunakan Vape
Namun, para pelaku yang diduga komplotan narkoba di Kampung Bahari itu memberikan perlawanan kepada petugas.
Dari hasil penggerebekan itu, polisi menangkap sebanyak 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Selain menangkap puluhan orang, petugas menyita berbagai jenis barang bukti narkotika dalam jumlah besar, di antaranya ratusan gram sabu-sabu, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Petugas juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi, bong atau alat isap, senjata tajam, hingga senjata api (senpi).
