Sebaran Asap Karhutla di Jakarta Sudah Berkurang
JAKARTA, investortrust.id - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menyebutkan sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah mulai berkurang di wilayah DKI Jakarta sejak Jumat (16/10/2026). Meski demikian, Pemprov DKI tetap mewaspadai perubahan arah angin yang.
“Berkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,” kata Chico dikutip dari Antara Senin (19/10/2026).
Baca Juga
Asap Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, 2.458 Penerbangan Terdampak
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi terkait sebaran asap karhutla yang sempat terdeteksi di atmosfer atas wilayah Jabodetabek. Chico menjelaskan, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10/2026).
“Lapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat,” ujarnya.
Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring perubahan pola angin. Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap menjaga kewaspadaan karena kualitas udara di Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal seperti emisi transportasi dan industri, serta kondisi musim kemarau.
Chico menyebut, beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan parameter kritispartikulat halus PM2.5.
“Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan kesiap siagaan penuh fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu atau total 367 fasilitas disiagakan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau ISPA,” jelasnya.
Meski sebaran asap karhutla sudah berkurang, Pemprov DKI Jakarta tetap menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist atau kabut air. Sebanyak 179 perangkat water mist disiagakan di 145 gedung di berbagai lokasi.
“Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi,” kata Chico Hakim.
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berkoordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan yang ada agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan dapat diberikan secara sigap. Tak hanya itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga tetap menjadi opsi yang disiapkan untuk berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Pemprov DKI terus melakukan pemantauan real-time melalui stasiun pemantau kualitas udara, sensor emisi, serta koordinasi erat dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Chico.
Baca Juga
Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 9 Korporasi Jadi Tersangka dan Cabut Izin 5 Perusahaan
Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, kata dia, opsi lanjutan seperti rekomendasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga. Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi,” ucapnya.
