Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Punya Harta Kekayaan Rp 337 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada Kamis (1/10/2026). Dalam posisi barunya, Ketua Umum Partai Golkar ini juga tetap merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam karier Bahlil di pemerintahan. Sebelumnya, pria kelahiran Banda, Maluku, 7 Agustus 1976 itu menjabat Menteri ESDM sejak Agustus 2024, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Sebelum masuk pemerintahan, Bahlil dikenal sebagai pengusaha dan pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019. Perjalanan kariernya dimulai dari dunia usaha setelah menempuh pendidikan di STIE Port Numbay, Jayapura. Dia kemudian mengembangkan sejumlah perusahaan, antara lain melalui PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses.
Karier Bahlil di pemerintahan dimulai pada 2019 ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Kepala BKPM. Dua tahun kemudian, tepatnya pada April 2021, Bahlil dilantik sebagai Menteri Investasi. Pada Agustus 2024, ia bergeser menjadi Menteri ESDM dan kemudian dipertahankan dalam kabinet pemerintahan Prabowo.
Baca Juga
Reshuffle Kabinet, Prabowo Bakal Lantik Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Energi
Di sektor energi, Bahlil sebelumnya juga mendapat mandat sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN). Dalam posisi tersebut, dia menyampaikan sejumlah fokus pemerintah di bidang energi, termasuk kedaulatan energi, peningkatan ketahanan energi, kemandirian energi, serta swasembada energi.
Dari sisi kekayaan, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Bahlil mencatat total harta sebesar Rp 337,31 miliar. Data tersebut dilaporkan pada 11 April 2025 dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM. Angka ini lebih tinggi dibandingkan LHKPN yang dilaporkan pada akhir 2023 sebesar Rp 310,42 miliar.
Dengan jabatan baru sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil akan berada pada posisi yang berkaitan erat dengan dua agenda besar pemerintah, yakni peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui hilirisasi serta pengembangan kebijakan transisi energi. Penunjukannya juga menempatkan pengalaman Bahlil di sektor investasi dan energi dalam satu lingkup koordinasi yang lebih luas.
Mandat tersebut melanjutkan peran Bahlil dalam pemerintahan yang selama beberapa tahun terakhir bersinggungan dengan agenda investasi, pengelolaan sumber daya alam, hilirisasi, dan energi. Dengan tetap merangkap sebagai Menteri ESDM, Bahlil kini memiliki tanggung jawab koordinasi sekaligus eksekusi kebijakan di sektor energi.
