Karhutla Tembus Kawasan IKN Seluas 458 Hektar, BNPB Intensifkan Pemadaman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas hingga ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 458 hektare area di kawasan IKN terdampak kebakaran dan hingga kini masih dalam proses pemadaman.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, kebakaran di area IKN menjadi salah satu titik perhatian utama dalam penanganan karhutla kategori non-gambut di berbagai wilayah Indonesia.
"Di Kalimantan Timur, khususnya di kawasan IKN, ada seluas 458 hektare yang sedang ditangani dan saat ini masih belum padam," ujar Suharyanto dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Penanggulangan Puncak Karhutla di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Meskipun luasan area terbakar di IKN terbilang signifikan, Suharyanto menjelaskan bahwa karakter lahan di lokasi tersebut merupakan non-gambut. Kondisi ini membuat proses pemadaman relatif lebih mudah dibandingkan penanganan api di lahan gambut yang sering kali menyisakan bara di bawah permukaan tanah.
Baca Juga
21 Korporasi Disegel Terkait Karhutla, DPR Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Aktor Intelektual
Secara keseluruhan, total area kebakaran non-gambut di berbagai provinsi mencapai 705,1 hektar. Selain IKN, titik api juga terdeteksi di beberapa lokasi lain.
"Yang 705,1 hektar ini karena bukan lahan gambut, memadamkannya relatif lebih mudah. Selain di IKN, ada juga di kawasan Gunung Ijen 2,5 hektare, Gunung Butak 16,5 hektare, TPA Putri Cempo Solo 4,6 hektare, serta Teluk Bintuni Papua Barat seluas 223,5 hektare yang sudah berhasil padam," paparnya.
Di sisi lain, BNPB tetap mengintensifkan pengawasan terhadap lahan gambut di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Jambi. Dari total 72.008 hektare lahan gambut yang terbakar, tim gabungan telah berhasil memadamkan 71.274,29 hektar.
Sisa area terbakar di lahan gambut kini menyisakan 734,81 hektare. BNPB terus mengerahkan patroli darat dan udara guna mengantisipasi munculnya titik api baru maupun bara api yang kembali menyala akibat cuaca kering.
