Bersihkan Abu Anak Krakatau, BNPB Siapkan Pesawat Modifikasi Cuaca dari Kertajati dan Semarang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membersihkan sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah ini diambil setelah sebaran abu sempat melumpuhkan aktivitas penerbangan di sejumlah kawasan mulai dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, meski tren erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan penurunan, paparan abu vulkanik masih bertahan dan mengganggu ruang udara serta aktivitas masyarakat sejak kemarin hingga Senin (7/9/2026) pagi.
"Kondisi erupsinya sudah menurun, tetapi sebaran abu vulkanik dari kemarin sampai pagi ini masih ada. Kemarin penerbangan sempat tutup semua, baik di Jakarta, Lampung, maupun Jawa Barat," ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Tebalnya paparan abu vulkanik sempat menyulitkan armada airseeding untuk lepas landas. Rencana awal pelaksanaan OMC dari Bandara Pondok Cabe maupun Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta tidak dapat direalisasikan karena penutupan operasional penerbangan.
Kendati demikian, opsi pangkalan udara alternatif mulai terbuka seiring membaiknya jarak pandang di beberapa wilayah.
"Kemarin kami mau melaksanakan operasi modifikasi cuaca tidak bisa terbang karena pesawatnya tidak bisa keluar dari bandara. Hari ini mudah-mudahan bisa, karena Bandara Kertajati di Majalengka sudah terbuka, jadi kita mungkin mulai dari situ," jelas Suharyanto.
Baca Juga
Padamkan 98% Karhutla Gambut, BNPB Waspadai Kemunculan Titik Api Baru
Sebagai langkah antisipasi jika pangkalan udara di wilayah Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Sumatera Selatan masih terdampak abu, BNPB telah menyiagakan skenario cadangan dengan menggeser pesawat OMC dari Kalimantan menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.
Suharyanto menegaskan, pemicuan hujan buatan merupakan metode paling efektif untuk membersihkan abu vulkanik yang melayang di udara agar jalur penerbangan dan kualitas udara kembali normal.
"Kalau wilayah DKI, Banten, Lampung, dan Sumsel belum bisa terbuka, kita akan melaksanakan OMC dari Jawa Tengah, terbang dari Semarang. Paling tidak harapan kita hari ini atau besok bisa turun hujan untuk meluruhkan abu vulkanik yang mengganggu kehidupan kita," terangnya.
