Kaji Tepung Singkong Padamkan Karhutla, Kepala BRIN: Secara Teori Masuk Akal
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan penggunaan tepung singkong atau ubi untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara teori memungkinkan dan masuk akal. Namun, Arif menyatakan, BRIN akan mengkaji lebih dalam terkait usulan yang sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut.
"Kami sampaikan Bapak Kapolri bahwa secara saintifik sebenarnya itu hal yang yang masuk akal, sesuatu yang yang bisa. Nah, sehingga sekarang begitu saya mendapat berita itu kemudian kita lakukan kajian secara teoritik, para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoritik betul," kata Arif di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga
Prabowo Dorong Terobosan Baru Penanganan Karhutla, dari Waterbombing hingga Ubi Bombing
Saat ini, kata Arif, BRIN sedang bekerja sama dengan Polri melakukan uji coba untuk berbagai skala. Hal ini penting lantaran keberhasilan tepung singkong atau ubi memadamkan karhutla masih dalam skala kecil. Selain itu, perlu kajian mengenai mekanisme menebarkan tepung singkong ke lokasi karhutla.
"Untuk skala besar kan kemudian dari sisi apa namanya campuran-campuran zat-zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji ya," katanya.
Arif menyatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta BRIN mengkaji berbagai opsi teknologi untuk mengatasi bencana karhutla. Selain mengkaji pengguna tepung singkong, BRIN juga terus mengkaji teknologi modifikasi cuaca
"Jadi teknologi modifikasi cuaca dengan dengan berbagai teknologi terkini itu saya kira bisa kita lakukan. Nah kami sudah koordinasi dengan TNI Angkatan Udara juga dengannBMKG karena memang operator untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca adalah BMKG. Jadi BRIN hanya melakukan kajian dan kemudian menyiapkan material-material
melakukan riset-risetnya, kemudian yang melaksanakan adalah BMKG," katanya.
Ide tepung singkong atau ubi dipergunakan untuk memadamkan karhutla sebelumnya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Sumsel, di Palembang, Senin (24/8/2026).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi bahan pemadam berbahan baku tepung ubi atau singkong. Bahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mencegah penyebaran api dengan memisahkan unsur-unsur yang mendukung proses pembakaran, sekaligus digunakan untuk memadamkan api pada tahap awal.
Baca Juga
Usut Kasus Karhutla, KLH/BPLH Periksa 42 Perusahaan di Sumatera dan Kalimantan
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar. Kepala Negara juga meminta agar kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.
“Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing,” ucap Kepala Negara.
