Pengungsi Gempa NTT Tembus 179.037 Orang, Kepala BNPB: Banyak Warga yang Takut
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan masih banyak warga NTT yang memilih mengungsi karena takut dengan gempa susulan dan isu lain yang beredar di media sosial. Hal itu diungkapkan Suharyanto dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terkait penanganan gempa NTT di Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
Dalam laporannya, Suharyanto mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat 7.259 kali gempa susulan sejak gempa utama berkekuatan M 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026) kemarin. Dari ribuan gempa susulan tersebut, tidak ada gempa yang kekuatannya lebih dari M 7,7.
Baca Juga
Hingga saat ini, Suharyanto mengatakan tedapat 143 kali gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat. Namun, gempa yang paling kuat yang dirasakan masyarakat berkekuatan M 6,2. Meski demikian, Suharyanto mengatakan, banyaknya gempa susulan tersebut membuat masyarakat memilih mengungsi dibanding tinggal di rumah mereka.
"Gempa susulannya 142, sekarang sudah 143 kali yang dirasakan masyarakat. dari tanggal 15 sampai sekarang kalau hari ini hanya tinggal satu kali kemarin. Tetapi ini mengakibatkan masyarakat itu banyak yang mengungsi karena ketakutan," kata Suharyanto.
Apalagi, Suharyanto mengatakan, terdapat sejumlah isu atau hoaks yang beredar di masyarakat. Beberapa di antaranya bakal adanya gempa susulan yang besar dan bahkan akan ada tsunami.
"Jadi sebetulnya jumlah pengungsi yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung tetapi karena gempa susulannya banyak. Mereka ketakutan dan juga ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar, bahkan ada tsunami," katanya.
Ditegaskan, BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memerangi isu-isu hoaks dan mengedukasi masyarakat.
"Ini yang terus kami perangi, gotong royong semua unsur untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat," katanya.
Dalam laporannya, Suharyanto mengatakan, hingga data per Selasa (25/8/2026) pukul 17.00 WIB, gempa NTT mengakibatkan 105 orang meninggal dunia dan 1.678 orang luka-luka. Selain itu, katanya, terdapat 179.037 warga yang mengungsi, 81.436 unit rumah rusak dan 1.951 fasilitas umum yang rusak.
Baca Juga
Prabowo Bertolak ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Dampak Gempa Berjalan Maksimal
105 jiwa, luka-luka 1678, mengungsi 179.037 orang, rumah rusak data sementara 81.436 rumah dan fasilitas umum yang lain, alhamdulillah untuk jembatan tidak ada yang rusak parah, hanya ada beberapa yang longsor ini jumlahnya 1.951 un
"Kami laporkan yang sebetulnya terkena gempa langsung korbannya itu 48 orang, Bapak Presiden. Kemudian, ada tambahan 57 ini, ada datanya lengkap memang hasil dari operasi SAR yang dilakukan Basarnas, dirawat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tidak selamat. Kemudian, ada juga yang trauma, lansia, dan anak-anak. Sehingga menambah 57, sehingga meninggal bertambah jadi 105 orang," paparnya.
