KRI dr Soeharso tiba di Manggarai, Perkuat Penanganan Gempa NTT
JAKARTA, investortrust.id - Upaya penanganan pascabencana gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, TNI AL mengerahkan kapal rumah sakit, KRI dr Soeharso-990.
"Kapal tersebut tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026) setelah menempuh perjalanan dari Surabaya," Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 87 Jiwa, BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan
Pengerahan KRI dr Soeharso merupakan langkah cepat pemerintah untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.
Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr Soeharso memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap. Di dalamnya terdapat ruang instalasi gawat darurat, ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang perawatan.
Khusus untuk ruang perawatan disiapkan dua ruangan dengan masing-masing berisi 20 tempat tidur dan nantinya akan dipisahkan pasien berjenis kelamin perempuan dan laki-laki menempati satu ruang perawatan.
Kapal sepanjang 122 meter ini juga dilengkapi geladak yang dapat digunakan untuk pendaratan helikopter, sehingga mendukung proses evakuasi medis dari daerah terpencil.
"Selain fasilitas, KRI dr Soeharso juga membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Tim ini siap memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat," katanya.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kasus kegawatdaruratan. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan sesuai dengan prioritas medis.
Baca Juga
Kemenkomdigi Salurkan 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT
Hingga Sabtu (22/8/2026), KRI dr Soeharso telah melayani 21 pasien. Perinciannya meliputi tindakan operasi patah tulang, penanganan luka robek, pelayanan rawat jalan, serta tiga pasien yang menjalani rawat inap.
Dengan hadirnya Rumah Sakit Apung ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh penanganan kesehatan dengan cepat dan tepat

