RUU Satu Data Indonesia Diharapkan Permudah Pelimpahan Porsi Haji
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Haji dan Umrah mendorong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia mampu mendukung pengelolaan data penyelenggaraan ibadah haji secara lebih terintegrasi. Salah satu fokusnya ialah mempercepat pelimpahan porsi haji kepada ahli waris ketika calon jemaah meninggal dunia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho mengatakan, sistem Satu Data Indonesia perlu mampu menghubungkan berbagai basis data pemerintah. Integrasi tersebut dinilai akan mempercepat pelayanan kepada calon jemaah tanpa proses administrasi yang berulang.
Menurut Teguh, sistem tersebut diharapkan dapat mendeteksi hubungan keluarga secara otomatis melalui integrasi data kependudukan. Dengan demikian, proses pelimpahan porsi haji kepada ahli waris dapat dilakukan lebih cepat.
"RUU ini perlu mengakomodasi otomatisasi korelasi data keluarga dan data kematian sehingga pelimpahan porsi dapat diproses lebih cepat," ujar Teguh dalam rapat pleno bersama Baleg DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menilai interoperabilitas lintas negara menjadi kebutuhan penting. Pasalnya, penyelenggaraan ibadah haji melibatkan pertukaran data dengan Pemerintah Arab Saudi melalui berbagai platform digital.
Baca Juga
BPKH Dorong Penguatan Regulasi untuk Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji
"RUU ini juga perlu mengatur standardisasi data domestik agar dapat terintegrasi dengan sistem internasional seperti Nusuk dan E-Hajj tanpa mengorbankan kedaulatan data nasional," sambung Teguh.
Di sisi lain, data kesehatan jemaah juga dinilai perlu memperoleh perlindungan yang lebih kuat. Namun, akses terhadap data tersebut tetap harus tersedia secara cepat bagi tenaga medis yang bertugas di Indonesia maupun Arab Saudi.
Melalui penguatan regulasi tersebut, pemerintah berharap tata kelola data haji menjadi semakin efisien. Integrasi data juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada jutaan calon jemaah yang masih berada dalam daftar tunggu keberangkatan.

