Legislator Desak Kontribusi yang Adil dari WhatsApp Cs Segera Diatur
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Komisi VI DPR RI mendesak pemerintah segera meregulasi platform Over-the-Top (OTT) asing seperti WhatsApp, YouTube, dan Netflix. Regulasi dinilai penting agar platform digital global memberi kontribusi yang adil bagi industri telekomunikasi dan masyarakat Indonesia.
Desakan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk beserta jajaran subholding, Rabu (24/6/2026). DPR menilai persoalan OTT asing kini sudah menyangkut kedaulatan digital nasional.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini mengatakan, Indonesia memiliki pasar digital yang sangat besar. Namun, menurut dia, manfaat ekonomi yang kembali ke negara masih belum sebanding.
"Kok bisa Indonesia yang pasarnya luar biasa kemudian cuma dimanfaatkan saja? Kita enggak dapat apa-apa. Kan kembali lagi bagaimana itu kalau misalnya ada kontribusi untuk negara, ya kan buat masyarakat juga," tegas Anggia dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menyoroti kecilnya kontribusi OTT asing dibandingkan besarnya bisnis yang mereka jalankan di Indonesia. "Ya 0,27%, nothing ini dibandingkan dengan yang mereka dapatkan," katanya.
Sekadar informasi, dorongan penataan layanan OTT asing seperti WhatsApp, YouTube, dan Netflix belakangan semakin menguat dari berbagai kalangan. Sejumlah asosiasi telekomunikasi nasional meminta pemerintah menghadirkan regulasi yang adil, wajar, dan tidak diskriminatif.
Asosiasi menegaskan usulan tersebut bukan untuk membatasi layanan digital global. Regulasi justru dibutuhkan agar kontribusi yang adil bisa tercipta dan ekosistem digital nasional tetap sehat serta berkelanjutan.
Selama ini, OTT asing memanfaatkan infrastruktur operator telekomunikasi nasional untuk melayani pengguna di Indonesia. Namun, beban peningkatan kapasitas dan pemeliharaan jaringan masih ditanggung penuh operator lokal meski sebagian besar trafik internet berasal dari platform digital global tersebut.
Investortrust.id sendiri berusaha mengubungi perwakilan Meta, Google, dan Netflix menyoal masalah ini. Namun sampai berita ini diturunkan belum ada respons dari OTT global tersebut.
