Bos Dananatara Ungkap Hotel Sultan Bakal Dirobohkan dan Disulap Jadi Ikon Baru Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkap rencana penataan kawasan eks Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) setelah dieksekusi pada Kamis (17/6/2026). Rosan mengungkapkan pada akhirnya bangunan eks Hotel Sultan akan dirobohkan.
Hal itu diungkapkan Rosan seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
"Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tetapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually (suatu saat nanti) iya (eks Hotel Sultan bakal dirobohkan)," kata Rosan.
Baca Juga
Posko Blok 15 GBK Dibuka Siang Ini, Pekerja Eks Hotel Sultan Diminta Segera Melapor
Rosan menyatakan, Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan hari ini telah menitipkan pesan agar kawasan GBK, termasuk eks Hotel Sultan menjadi ikon baru Indonesia. Untuk itu, perencanaan penataan kawasan ini harus dilakukan secara matang dan komprehensif. Selain itu, katanya, penataan kawasan ini harus berdampak positif bagi perekonomian dan masyarakat.
"Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya. Dan tidak satu mungkin. Jadi tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang paling penting kepada rakyat Indonesia," katanya.
Rosan menuturkan, nantinya, di lokasi eks Hotel Sultan dan seluruh area GBK seluas sekitar 200 hektare akan didesain ulang secara menyeluruh untuk dibangun kawasan sport tourism berkelas dunia yang menjadi ikon baru Indonesia. Apalagi, selama ini, GBK telah menjadi pusat perhelatan olahraga nasional.
" Ya ini mungkin saya masih terlalu early ya untuk menyampaikan ini tetapi tentu semuanya ada karena memang itu adalah sport jadi memang ya tetap ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," katanya.
Rosan menjelaskan rencananya eks Hotel Sultan akan dikelola oleh perusahaan pelat merah, Injourney melalui The Meru. Pengalihan pengelolaan itu akan dilakukan setelah seluruh tahapan pengambilalihan eks Hotel Sultan selesai di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Ya tentunya pengelolaan kita akan bisa pakai Injourney, Meru. Meru kan sangat baik ya. Mungkin itu rencananya," katanya.
Rosan menegaskan potensi pariwisata di Indonesia sangat besar. Namun, potensi tersebut harus dimaksimalkan dari sisi kenyamanan logistik, transportasi, aksesbilitas, kebersihan dan lainnya.
Baca Juga
Pemerintah Jamin Hak Eks Karyawan Hotel Sultan, Peluang Kerja Tetap Dibuka
Untuk itu Danantara akan berperan aktif melihat destinasi-destinasi baru untuk pariwisata. Apalagi, saat ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia masih kalah dari negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Pemerintah juga berkeinginan untuk meningkatkan rerata pengeluaran wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.
"Average spending kita itu baru 1.100 mungkin lebih per day, nah bagaimana untuk meningkatkan average spendingnya juga. Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata yang lebih mass market, tapi juga yang high end atau yang lebih ke experience," paparnya.
