Prabowo: Menurut Keyakinan Saya, Bangsa Kita Telah Menyimpang dari Pemikiran Pendiri
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, sistem ekonomi Indonesia saat ini sudah menyimpang dari pemikiran para pendiri bangsa. Untuk itu, Prabowo meminta para pengusaha, terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk melihat kondisi bangsa dengan jujur.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat pembukaan Munas Hipmi di Lampung, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga
Di Munas Hipmi, Prabowo Tegaskan Tak Ada Bangsa Maju Tanpa Nasionalisme
"Saya mengimbau saudara-saudara bersama-sama marilah kita, menatap keadaan bangsa kita dengan jujur. Saudara-saudara sekalian, menurut pandangan saya, menurut keyakinan saya, bahwa bangsa kita, telah menyimpang dari pemikiran dari warisan pendiri-pendiri bangsa kita sendiri," kata Prabowo.
Kepala Negara menekankan, para pendiri bangsa telah mewariskan pemikiran yang luar biasa mulai dari Sumpah Pemuda, Pancasila, dan UUD 1945. Bahkan, katanya, para pendiri bangsa telah menyusun cetak biru (blue print) atau rancang bangun perekonomian bangsa yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945.
Namun, berbagai pemikiran dan rancang bangun yang telah dicanangkan para pendiri bangsa telah ditinggalkan. Bahkan, banyak elite yang tidak mau membicarakan dan menjalankan pemikiran tersebut, terutama Pasal 33 UUD 1945.
"Di tengah itu semua, kita juga harus mengakui, bahwa apa yang diberikan oleh pendiri bangsa kita selain Pancasila adalah UUD 1945 itupun kita tinggalkan. Pasal 33 UUD 1945, yang sangat jelas dan sangat gamblang itu tidak mau tidak mau dibicarakan. Tidak mau dibicarakan dan tidak mau apalagi diberlakukan," katanya.
Baca Juga
Bertolak ke Lampung, Prabowo Bakal Resmikan RSUD dan Buka Munas Hipmi 2026
Menurutnya, masih banyaknya rakyat Indonesia yang hidup susah karena para elite, termasuk pengusaha telah meninggalkan rancang bangun bangsa tersebut. Dikatakan, tidak mungkin sebuah gedung dapat berdiri kokoh tanpa rancang bangun.
"Masalahnya adalah menurut keyakinan saya bahwa kita telah meninggalkan sendi-sendir yang paling penting, yaitu sendi rancang bangun bangsa Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa suatu blue print tanpa suatu gambar teknis Kalau kita menyimpang dari blue print, dari cetak biru menyimpang, gedung itu runtuh. Kita sudah diberi rancang bangun blue print tetapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan ini lips service," tegasnya.

