Rupiah Sentuh Rp 17.700, Primus "Panji Manusia Milenium" Yustisio Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi XI DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN), Primus Yustisio mendesak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri. Desakan ini muncul karena pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup dalam terhadap Dolar AS. Pada pagi ini, rupiah dibuka melemah ke angka Rp17.660 per dolar AS, dan melansir TradingEconomic.com, rupiah sempat menyentuh angka Rp 17.700 per dolar AS.
“Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Mungkin sudah saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah, selanjutnya terserah Bapak tentu saja,” kata Primus, saat rapat kerja antara Komisi XI DPR dengan jajaran Bank Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut pria yang sebelumnya pernah berkarier sebagai bintang sinetron, dan populer dengan perannya sebagai "Panji Manusia Milenium" yang tayang selama periode tahun 1999 hingga 2001 di sebuah stasiun televisi swasta ini, langkah Perry untuk mengundurkan diri bukanlah suatu penghinaan. “Anda akan lebih dihormati seperti di Korea dan Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik seperti itu,” kata dia.
Primus mengatakan situasi ekonomi makro nasional saat ini merupakan anomali. Pasalnya ekonomi Indonesia mampu bertumbuh 5,61% secara tahunan, namun nilai tukar rupiah dalam posisi tertekan.
Baca Juga
Komisi XI Cecar Gubernur BI Soal Rupiah, Suarakan 'Meme' Rp 17.845 Indonesia Merdeka
“Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar AS,” kata dia.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, indeks rupiah juga menunjukkan tekanan terhadap mata uang negara lain. Dengan kondisi semacam ini, investor global mempertanyakan kapabilitas otoritas bank sentral dalam meredam gejolak nilai tukar.
“Ini yang menurut saya harus tajam dipertanyakan, di pertemuan terakhir saya pertanyakan (rupiah) di Rp 16.800 (per US$) kenapa rupiah kita ini lemah. Kalau dibandingkan, dan ironisnya, (melemah) terhadap semua mata uang,” ujar dia.
Primus menekankan BI tak bisa berdiam diri. Menurutnya, apa yang dilakukan BI untuk menjaga stabilitas rupiah tak lagi mendapatkan kepercayaan investor.
“Bank Indonesia sudah mengesampingkan kredibilitasnya dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya harus gentlemen, harus berani melawan, ada apa ini, kenapa ini,” kata dia.

