Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyentil para eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan hasil usahanya di luar negeri. Padahal, devisa hasil ekspor (DHE) dapat dimanfaatkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penyerahan denda administratif Rp 10,2 triliun hasil kerja Satgas PKH kepada negara di halaman gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (13/6/202
"Tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia," kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Keluhan Pengusaha soal Perizinan: Harus Menunggu 2 Tahun
Tak hanya sawit dan batu bara, Prabowo menyebut hasil kekayaan alam Indonesia lainnya, seperti timah dan juga emas diekspor, tetapi hasilnya tidak pernah kembali ke dalam negeri. Hal ini yang membuat pemerintah memutuskan membuat kebijakan mengenai DHE hingga hilirisasi.
Prabowo mengatakan, kekayaan dalam negeri hanya akan habis dijual tanpa memberikan nilai tambah bagi negera.
"287 juta rakyat Indonesia tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil," katanya.
Prabowo mengakui, kebijakan DHE dan hilirisasi bukan hal yang mudah. Namun, kebijakan tersebut harus dilakukan untuk menyejahterakan rakyat.
"Ini semua adalah bukti kepada rakyat dan saya kira di hari-hari yang akan datang. Kita juga akan terus memberi memberi bukti ke rakyat dan akan melaporkan ke rakyat langkah-langkah yang kita ambil," tegasnya.
Baca Juga
Prabowo Bakal Bangun Rumah Jabatan untuk 8.900 Hakim dan Naikkan Gaji Panitera
Prabowo berjanji pemerintahannya akan berpihak kepada rakyat dan mengambil langkah tegas atas segala tindakan kecurangan. Prabowo ingin membuat Indonesia bangkit hingga membuat dunia kaget akan capaian Tanah Air.
"Kita akan buktikan ke rakyat sampai tahun depan, saya kira dunia akan kaget bangkitnya bangsa Indonesia. Kita jangan euforia, kita tidak boleh sombong. Ilmu nenek moyang kita, kita semakin berisi semakin menunduk. Jangan takut diancam, jangan takut dihina, jangan takut difitnah. Kita ditakuti karena kita menegakkan kebenaran dan keadilan," katanya.

