Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Siap Layani Daerah 3T hingga 2 Negara Tetangga
JAKARTA, investortrust.id - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mengantongi izin dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Satelit ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas digital di daerah 3T hingga negara tetangga ASEAN.
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso mengatakan, Nusantara Lima menjadi simbol kemandirian teknologi nasional. Operasional satelit ini juga menandai 50 tahun perjalanan Indonesia di industri antariksa sejak Palapa A1 diluncurkan pada 1976.
“Hari ini kami dengan bangga meresmikan operasional Nusantara 5, sebuah simbol yang penting untuk negara kita dalam mempertahankan kemandirian nasional kita sendiri,” ujar Adi di Jakarta, Senin (11/5/2026) malam WIB.
Baca Juga
Telkomsat Perkuat Pengelolaan Infrastruktur Satelit Berstandar Internasional
Menurut Adi, Nusantara Lima memiliki cakupan layanan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Filipina bahkan mulai mengakui kapasitas Nusantara Lima sebagai bagian dari kebutuhan nasional mereka.
“Satelit Nusantara 5 memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk peningkatan kekuatan Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital di negara ASEAN ini,” sambung Adi.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid menyebut, kehadiran Nusantara Lima memperkuat posisi Indonesia di industri antariksa Asia. Satelit ini juga diharapkan mendukung transformasi digital nasional hingga wilayah terpencil.
“Ini merupakan sebuah kebanggaan bahwa Indonesia tidak hanya hadir dalam geopolitik saja, tapi juga di antariksa, presensi Indonesia juga diakui,” ujar Meutya.
Politisi Partai Golkar itu juga menyebut bahwa pemerintah menargetkan konektivitas internet menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Saat ini sekitar 230 juta penduduk atau 80% populasi nasional sudah terhubung internet.
Baca Juga
Percepat Pemulihan Layanan di Bencana Sumatra, TelkomGroup Tambah Backup Satelit
Kapasitas Satelit Indonesia
Lebih lanjut, CEO Boeing Satellite International, Ryan Reid mengakui, Nusantara Lima menjadi salah satu proyek satelit paling kompleks yang pernah dikerjakan bersama PSN. "Kami juga menilai Indonesia kini menjadi pemain penting dalam industri konektivitas satelit regional," jelasnya.
Sekadar informasi, Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas lebih dari 160 Gbps. Satelit ini dilengkapi 101 Ku-band spot beams untuk mendukung distribusi internet secara real time.
Teknologi tersebut memungkinkan kapasitas internet dialihkan ke daerah terpencil dan wilayah bencana. Satelit ini juga disiapkan untuk beroperasi lebih dari 15 tahun.
PSN mengungkapkan total investasi pengembangan industri antariksa nasional sejauh ini telah menembus Rp 23 triliun. Bersama satelit nasional lainnya yang sudah beroperasi maka kapasitas satelit Indonesia kini mencapai sekitar 400 Gbps di kawasan Asia Pasifik.

