Bagikan

Prabowo Terima Luhut di Istana, Bahas Govtech dan Indonesia Financial Center

JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/6/2026). Pertemuan Prabowo dengan Luhut itu diunggah akun Instagram @sekretariat.kabinet.

"Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Bapak Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, 21 April 2026," tulis akun @sekretariat.kabinet.

Baca Juga

Luhut Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Mudik Lebaran

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Luhut membahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global. Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

"Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan," katanya.

Luhut menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali. Termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech).

"Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos," katanya.

Selain itu, pertemuan Prabowo dengan Luhut juga membahas pembentukan Indonesia Financial Center. Pembentukan Indonesia Financial Center diharapkan dapat memperkuat daya tarik investasi, terutama di tengah situasi geopolitik Timur Tengah saat ini.

"Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional," katanya.

Saat menyampaikan taklimat dalam rapat kerja pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo sempat menyinggung rencana membangun pusat finansial khusus atau special financial center. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.

"Rencana kita mau bikin special financial center. Kita lagi cari tempat," katanya.

Baca Juga

Prabowo Bakal Bangun Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing

Kepala Negara mengatakan, pembentukan pusat finansial khusus ini telah diusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam usulannya, Luhut menyarankan pusat finansial khusus itu dibangun di Bali.

"Kalau Pak Luhut sarankan di Bali enggak tahu Pak Luhut seneng banget Bali itu, tetapi kita semua senang Bali," katanya.

Prabowo menilai usulan tersebut makin relevan saat ini untuk menunjukkan iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global. Dikatakan, banyak warga Rusia dan Ukraina yang menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022.

Menurutnya, inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," katanya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024