Jajaran Direksi Cinema XXI Dirombak, Begini Susunan Barunya
Poin Penting
|
JAKARTA. investortrust.id – Pengelola Cinema XXI yaitu PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) mengalami perombakan susunan direksi dan komisaris, yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025.
Perubahan susunan pengurus perseroan menyusul pengunduran diri Mohammad Noor Rachman Soejoeti dari jabatannya sebagai Komisaris Independen. Oleh karena itu, susunan Direksi dan Dewan Komisaris Nusantara Sejahtera Raya menjadi sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama: Suryo Suherman
Direktur: Arif Suherman
Direktur: Tri Rudy Anitio
Direktur: Dody Suhartono
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/ Komisaris Independen: Ongki Wanadjati Dana :
Komisaris: Melia Suherman
Komisaris: Harris Lasmana
Komisaris: Sacheen Harris Lasmana
Komisaris Independen: Ariani Vidya Sofjan
Komisaris: Edwin Surya Winarta
RUPST juga menyetujui laporan tahunan perseroan, serta pengesahan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Baca Juga
Cinema XXI (CNMA) Bagikan Dividen Jumbo hingga Saham Bonus, Intip Jadwalnya
Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,9 triliun yang meningkat 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Perseroan juga membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 776,2 miliar dengan EBITDA mencapai Rp 1,8 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja, perseroan juga memperluas jangkauan operasional. Hingga 31 Desember 2025, Nusantara Sejahtera Raya mengoperasikan 267 bioskop dengan total 1.388 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.
Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya, Suryo Suherman menyebutkan, ekspansi menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman menonton film berkualitas.
“Dengan dukungan pemegang saham serta penguatan tata kelola perusahaan, kami optimistis Cinema XXI dapat terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri film nasional,” ungkap Suryo, dikutip pada Selasa (7/4/2026).

