IHSG Dibuka Anjlok ke Bawah 7.000, Mayoritas Saham Melemah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/4/2026), dibuka anjlok lebih dari 64 poin (0,93%) menjadi 6.956. Rentang pergerakan 6.950-7.031.
Pelemahan dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti infrastruktur 2,39%, sektor material dasar 1,66%, sektor consumer non primer 1,04%, sektor trasnportasi 1,91%, dan sektor property 0,60%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan keuangan.
Baca Juga
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan saham Prajogo Pangestu, BREN. Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti YPAS naik 23,74% menjadi Rp 1.720, ESIP naik 22,39% menjadi Rp 82, dan POLA naik 20% menjadi Rp 78.
Akhir pekan lalu, IHSG anjlok 157,66 poin (2,19%) menjadi 7.026 dengan net sell saham mencapai Rp 813,83 miliar. Terbanyak saham BBRI senilai Rp 219,74 miliar, BMRI sebanyak Rp 205,43 miliar, dan DEWA mencapai Rp 106,62 miliar.
Pelemahan indeks pekan lalu dipicu atas pelemahan hampir seluruh sektor saham, sektor material dasar 4,86%, sektor infrastruktur 3,96%, sektor energi 2,94%, sektor teknologi 2,07%, sektor property 1,57%, dan sektor keuangan 0,72%. Sebaliknya saham sektor consumer primer masih berhasil naik 0,45%.
Baca Juga
OPEC+ Tambah Produksi, tapi Tak Mampu Redam Lonjakan Harga Minyak
Tekanan indeks juga datang dari penurunan beberapa saham big cap, seperti BREN, DCII, TPIA, BRPT, AMMN, MORA, CUAN, BYAN, ITMG, hingga PANI dan CBDK.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham ini justru catatkan kenaikan pesat dengan dua saham auto reject atas (ARA), seperti ALKA naik 24,83% menjadi Rp 905 dan MSIN naik 24,63% menjadi Rp 835. Kenaikan juga melanda saham BEER sebanyak 21,71% menjadi Rp 157, YPAS menguat 20,35% menjadi Rp 1.390, dan ASPR menguat 14,78% menjadi Rp 264.

