KB Bank Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 66,59 Miliar, Didorong Pertumbuhan Kredit dan Pendapatan Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 66,59 miliar pada 2025, berbalik dari posisi rugi Rp 6,33 triliun pada 2024. Pencapaian ini menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi KB Bank menuju profitabilitas yang lebih berkelanjutan.
“Kinerja positif ini didorong perbaikan fundamental bisnis yang tecermin pada peningkatan pendapatan bunga bersih serta penurunan signifikan biaya pencadangan,” ujar Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Menurut Kunardy, sepanjang tahun 2025, kinerja KB Bank semakin solid, terutama didorong penguatan kualitas aset dan stabilisasi fundamental bisnis. Hal itu ditunjukkan oleh penurunan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) menjadi 20,31% dari 22,76% pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Sejalan dengan itu, kata dia, KB Bank mencatatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 1,19 triliun, meningkat 3,40% dari Rp 1,15 triliun pada tahun sebelumnya. net interest margin (NIM) juga membaik menjadi 1,43%, mencerminkan perbaikan kualitas aset produktif serta pengelolaan biaya dana yang semakin efisien.
Kunardy mengungkapkan, dari sisi likuiditas, KB Bank terus menunjukkan penguatan yang berkelanjutan. loan to deposit ratio (LDR) membaik menjadi 91,07% dari 103,26%, mencerminkan struktur pendanaan yang terus mengarah kepada standar praktik perbankan yang lebih sehat dan seimbang.
“Hal itu turut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya pada giro dan tabungan, yang memperkuat basis pendanaan berbiaya rendah,” tutur dia.
KB Bank, menurut Kunardy, juga mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 220,01% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 101,82%, di atas ketentuan regulator. KB Bank juga menjaga tingkat permodalan yang solid dengan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 16,25%. Hal itu memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Kunardy Darma Lie menyampaikan, pencapaian laba bersih pada 2025 merupakan hasil disiplin eksekusi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan. Ke depan, kami menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam peningkatan kualitas kredit dan penguatan fundamental bisnis secara keseluruhan," papar dia.
Karena itu, kata Kunardy, KB Bank akan terus melanjutkan langkah-langkah perbaikan secara hati-hati (prudent), termasuk memperkuat kualitas aset, mendorong pengembangan bisnis berbasis digital, serta mengoptimalkan sinergi dengan KB Financial Group.
Baca Juga
Perluas Akses Modal Pelaku Usaha Mikro, KB Bank (BBKP) Salurkan Pembiayaan Rp 500 Miliar ke PNM
“Selain itu, perseroan terus menjajaki berbagai inisiatif untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ucap dia.
Kunardy menjelaskan, total kredit yang disalurkan KB Bank pada 2025 mencapai Rp 44,39 triliun, dibandingkan Rp 41,46 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuha ini mencerminkan ekspansi yang tetap selektif dan berkualitas. KB Bank juga aktif menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor strategis nasional sebagai bagian komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kunardy menambahkan, di sektor properti dan kawasan industri, KB Bank memberikan fasilitas pembiayaan hingga Rp 250 miliar kepada PT Intiland Sejahtera. Di sektor kesehatan, KB Bank menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 110 miliar kepada PT KAI Medika Indonesia untuk pengembangan fasilitas Brawijaya Hospital.
“Kecuali itu, KB Bank mendukung penguatan sektor industri melalui partisipasi dalam penerbitan instrumen sukuk senilai Rp 400 miliar oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk,” ujar dia.

