Makmur Raih Capaian Manis di Most Trusted Financial Brand 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Inovasi Finansial Teknologi menegaskan komitmennya dalam membangun kepercayaan publik setelah platform investasi Makmur. Hal ini disampaikan usai meraih penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026 kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Associate Director Sales and Marketing PT Inovasi Finansial Teknologi Endang Cahyani menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menilai kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama dalam industri jasa keuangan.
“Mewakili PT Inovasi Finansial Teknologi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini. Kepercayaan merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari nasabah sekaligus pondasi utama dalam industri jasa keuangan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Endang menambahkan, penghargaan ini menjadi penting karena sejalan dengan nilai utama perusahaan. Hal ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi produk.
Baca Juga
Manajer Investasi Bahas Strategi Dongkrak AUM Industri Reksa Dana, Ada Konsep SIP hingga Literasi
Ia menjelaskan, saat ini platform Makmur telah digunakan oleh nasabah di lebih dari 500 kota di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai triliunan rupiah. Capaian tersebut mencerminkan tingkat adopsi dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh nasabah Makmur yang tersebar di 500 kota di Indonesia dengan dana kelolaan triliunan rupiah di platform investasi Makmur,” jelas Endang.
Ke depan, perusahaan berkomitmen menghadirkan aplikasi investasi yang semakin mudah diakses dan berkualitas. Prinsip “Smart Wealth Building Made Simple” tetap menjadi landasan dalam pengembangan layanan.
Sekadar informasi, acara Most Trusted Financial Brand Awards 2026 diselenggarakan oleh Investortrust.id dan Infovesta. Penghargaan diberikan kepada 162 brand dari 110 korporasi.
Penilaian dilakukan berdasarkan survei terhadap 19.000 responden di 20 provinsi di Indonesia. Proses penilaian juga didahului dengan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memastikan kelayakan brand yang dinilai.

