IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Tiga Saham Dipimpin AKRA Layak Dicermati
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3/2026), diprediksi bergerak terbatas dalam rentang 7.000-7.300. Tiga saham AKRA, DSNG, dan CYBR layak dicermati.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak mentah dan gas alam juga menjadi sentiment negative di tengah kekhawatiran akan gangguan suplai serta dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi. Secara teknikal, IHSG berpotensi untuk bergerak terbatas dengan range support di 7000 dan resistance pada 7100.
Baca Juga
Prabowo Bakal Terima Pengusaha Besar Jepang dan Saksikan Penandatanganan Perjanjian Investasi
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi berita ribuan warga Amerika Serikat menggelar aksi nasional bertajuk “No Kings” untuk memprotes kepemimpinan Donald Trump. Serta, pasar akan mencermati rilis data penting minggu ini khususnya lokal seperti Inflation Rate dan Neraca perdagangan Indonesia.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi kejatuhan Wall Street akhir pekan lalu. Dow Jones anjlok lebih dari 1,73%. Penurunan dalam juga melanda indeks S&P500 sebanyak 1,67% dan Nasdaq mencapai 2,15%.
Di tengah peluang tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.380.1.406, DSNG dengan target harga Rp 1.630-1.710, dan CYBR dengan target harga Rp 1.365-1.450.
Sepanjang pekan lalu, IHSG mengalami penurunan tipis sebanyak 9,78 poin (0,14%) menjadi 7.097 sepanjang pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI juga turun Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.
Baca Juga
Iran Siaga Invasi Darat, AS Tambah Pasukan, Houthi Terdepan dalam Konflik Multi-Front
BEI dalam statistik mingguannya menyebutkan bahwa rentang pergerakan indeks pekan ini 7.097-7.323. IHSG sempat mengalami lompatan lebih dari 1,8% pada transaksi hari pertama setelah libur panjang lebaran, namun transaksi saham Kamis dan Jumat berbalik turun.
Tekanan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti BBNI melorot 11,16%, EMAS turun 10,53%, BREN melemah 4,74%, BBRI melemah 1,72%, dan DCII turun 4,16%.
Sedangkan dari sisi sectoral, penurunan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan saham sektor material dasar 2,84%, keuangan 0,50%, teknologi 0,86%, kesehatan 0,77%. Sebaliknya kenaikan paling pesat dicatatkan saham sektor transportasi dan energi.

