Direktur BCA (BBCA) Nilai Sentimen Global Jadi Faktor Utama di Balik Tekanan Saham Bank
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) Santoso menilai, outlook negatif yang diberikan oleh lembaga pemeringkat seperti Moody’s kepada sejumlah bank besar di Indonesia tidak secara langsung mencerminkan kinerja individual.
Menurutnya, tekanan terhadap pasar saham khususnya saham perbankan, saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dibanding faktor fundamental dari masing-masing bank.
“Sebetulnya pendapat-pendapat kita sebagai sebagai provider, saham dan lain-lain itu kita selama ini kan bukan masalah pemainnya. Tapi masalahnya kondisi global mengakibatkan beberapa investor dari asing itu mencoba menarik diri,” ujar Santoso, saat ditemui usai Pengucapan Sumpah Anggota Dewan Komisioner OJK, di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (26/3/2026).
Baca Juga
Net Sell Rp 261,14 Miliar, Asing Lepas 4 Saham Bank Papan Atas Ini
Ia menjelaskan, pergerakan investor global yang cenderung melakukan penyesuaian portofolio menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar saham domestik.
Lebih lanjut, Santoso menyebut bahwa outlook negatif tersebut juga dapat dipandang sebagai bagian dari antisipasi terhadap kondisi global, sekaligus dorongan untuk melakukan perbaikan internal.
“Itu yang mengakibatkan mungkin mereka melihat dari situasi global dan antisipasi di internal, perbaikan yang harus dilakukan, improvement,” katanya.
Baca Juga
Investor Asing Bukukan Net Sell Rp 1,43 Triliun, Sebaliknya 5 Saham Bank Ini Diburu
Dengan begitu, ia menekankan bahwa pemahaman terhadap kondisi pasar saat ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, bukan semata-mata dari sisi domestik saja.
“Jadi dipahaminya mesti lihat secara global,” ucap Santoso.

