Emas Bangkit Setelah Koreksi, Pasar Pantau Konflik Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas bangkit ke kisaran US$ 4.552 per troy ons pada perdagangan, Kamis (25/3/2026) petang, didorong oleh meningkatnya minat beli setelah koreksi tajam sebelumnya. Pasar masih memantau perang Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran.
Riset ICDX mengungkap, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan konflik antara AS dan Israel melawan Iran, yang terus menjadi katalis utama pergerakan aset safe haven.
Dari sisi fundamental, eskalasi konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi dalam beberapa pekan terakhir. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas global yang melewati Selat Hormuz berisiko terganggu.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Ajukan Listing Saham ke Bursa Hong Kong hingga Tiga Direktur Mundur
“Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi inflasi global dan memperkuat pandangan bahwa bank sentral utama, termasuk Federal Reserve dan Bank of England akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama,” jelas riset ICDX yang dipublikasikan, Kamis (25/3/2026).
Lingkungan suku bunga tinggi tersebut meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas sebagai aset non-yielding, sehingga membatasi ruang penguatan lebih lanjut.
Namun demikian, sentimen pasar juga mulai dipengaruhi oleh potensi de-eskalasi konflik. Laporan mengenai peluang perundingan antara AS-Israel dan Iran, termasuk inisiatif diplomasi dari beberapa negara, memberikan harapan terhadap stabilisasi kawasan.
“Jika negosiasi berkembang positif, tekanan pada harga minyak berpotensi mereda yang pada akhirnya dapat menurunkan ekspektasi inflasi dan membuka kembali ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter,” papar riset tersebut.
Baca Juga
Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, Kripto Jadi Sorotan Investor?
Ke depan, menurut riset ICDX, pasar akan mencermati rilis data ekonomi AS, khususnya indikator inflasi dan tenaga kerja sebagai penentu arah kebijakan suku bunga dan pergerakan emas selanjutnya.
Sementara itu, secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran US$ 4.358 hingga US$ 4.242, sedangkan resistance terdekat di level US$ 4.537 hingga US$ 4.600.
“Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di US$ 4.063, sementara resistance jangka menengah berada di area US$ 4.779,” demikian analis ICDX.

