Bitcoin Tembus US$73.000, Reli Ditopang Arus Dana Institusi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus level psikologis US$ 73.000 pada Senin (16/3/2026) pukul 06.15 WIB, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk dampak perang Iran, yang kembali mendorong minat investor terhadap aset alternatif dan safe haven. Kenaikan ini dinilai menjadi tonggak penting bagi aset kripto terbesar di dunia, baik secara teknikal maupun psikologis, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor institusi terhadap pasar aset digital.
Pelaku pasar menilai lonjakan harga tersebut dipicu oleh sejumlah faktor utama, mulai dari berlanjutnya adopsi oleh institusi keuangan tradisional, meningkatnya kepastian regulasi di sejumlah negara besar, hingga ekspektasi terhadap halving Bitcoin yang dijadwalkan berlangsung pada April 2025. Peristiwa halving dipandang berpotensi memperketat pasokan Bitcoin di pasar.
Kenaikan Bitcoin juga terjadi di tengah perubahan sentimen investor global akibat tekanan makroekonomi dan ketidakpastian geopolitik. Dalam situasi seperti itu, sebagian investor mulai melirik aset yang dianggap mampu menjaga nilai, termasuk emas dan Bitcoin yang kerap dijuluki sebagai “emas digital”.
Baca Juga
Bitcoin Terpukul Sentimen Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Energi, Ini Prediksi Para Analis
Meski demikian, pergerakan Bitcoin tidak berdiri sendiri. Kinerja aset digital tersebut turut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan, sementara sejumlah altcoin utama seperti Ethereum menunjukkan respons yang cenderung positif, meski tidak secepat Bitcoin.
Di sisi fundamental, sejumlah indikator on chain menunjukkan penguatan jaringan. Hash rate Bitcoin tercatat berada di level tertinggi sepanjang masa, arus bersih bursa menunjukkan tren keluar yang signifikan, dan jumlah alamat aktif terus meningkat. Kondisi itu mengindikasikan adanya akumulasi, berkurangnya tekanan jual, serta pertumbuhan aktivitas jaringan.
Sejumlah analis menilai reli Bitcoin saat ini turut ditopang oleh arus masuk dana ke instrumen investasi institusional seperti ETF Bitcoin spot. Permintaan yang terus meningkat disebut telah menyerap pasokan yang tersedia dari penambang maupun pemegang jangka panjang.
Selain itu, struktur pasar Bitcoin dinilai semakin matang. Likuiditas di bursa yang lebih baik, aturan yang kian jelas di sejumlah yurisdiksi, serta perkembangan teknologi seperti solusi penskalaan layer-2 menjadi faktor yang memperkuat daya tarik aset tersebut di mata investor profesional.
Baca Juga
Inflasi AS Sesuai Perkiraan, Arah Bitcoin Kini Menunggu The Fed
Secara historis, Bitcoin memang kerap bergerak dalam pola siklus naik dan turun. Karena itu, analis kini mencermati apakah penembusan level US$73.000 akan membuka ruang kenaikan lanjutan atau justru diikuti fase konsolidasi seperti yang pernah terjadi pada siklus-siklus sebelumnya.
Ke depan, arah pergerakan Bitcoin masih akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, terutama kebijakan suku bunga Federal Reserve AS (The Fed), perkembangan regulasi aset digital, serta kondisi jaringan setelah halving berlangsung. Dalam jangka pendek, pasar masih akan memantau apakah lonjakan ini dapat bertahan di tengah tingginya sensitivitas investor terhadap dinamika geopolitik global.

