Bank Jago (ARTO) Bukukan Laba Rp 276 Miliar, Naik 115% Sepanjang 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) menunjukkan kinerja bisnis yang solid dan bertumbuh secara konsisten sepanjang 2025. Bank digital ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 276 miliar pada 2025, melonjak 115% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 129 miliar.
Pertumbuhan laba disokong penyaluran kredit sebesar Rp 24,3 triliun, meningkat 38% dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 17,7 triliun. Pertumbuhan ini tetap terjaga dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,6%, lebih baik dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.
Seiring ekspansi kredit yang sehat, total aset Bank Jago mencapai sebesar Rp36,5 triliun per Desember 2025, naik 28% dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp 28,5 triliun. Berkat kombinasi pertumbuhan DPK dan kredit yang positif, Bank Jago berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp 276 miliar atau meningkat 115% dari Rp 129 miliar pada tahun sebelumnya.
Rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada pada posisi 94%. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai sebesar 31,6%. Ini menunjukkan tingkat likuiditas yang sehat dan tingkat permodalan yang kuat bagi Bank Jago untuk terus berinovasi dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam siaran pers, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga
Perkuat Inklusi Syariah, UUS Bank Jago Andalkan Digitalisasi dan Ekosistem Halal
Bank Jago juga mampu meningkatkan performa di sejumlah aspek bisnis, termasuk jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. Hingga akhir 2025 jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Total nasabah meningkat hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15,3 juta nasabah.
Seiring meningkatnya jumlah nasabah funding, penghimpunan DPK menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga akhir Desember 2025 total DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp 25,9 triliun, meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 18,8 triliun.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” kata Arief.
Baca Juga
Sejumlah Produk Inovasi Baru Siap Mengakleserasi Performa Bank Jago
Pada 2025 Bank Jago konsisten melakukan sejumlah pengembangan pada Aplikasi Jago yang memiliki keunikan dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Untuk melengkapi fungsi pengelolaan keuangan yang menggunakan fitur Kantong (Pockets), Aplikasi Jago menghadirkan fitur Kantong Valas untuk simpanan dan transaksi dalam mata uang asing serta Kartu Digital Pro untuk kebutuhan transaksi pelaku usaha individu.
Kolaborasi kuat dengan berbagai mitra (partner) strategis, mulai dari ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan lainnya, masih menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit Bank Jago sepanjang 2025. Di saat yang sama, Bank Jago telah mengembangkan Jago Dana Cepat, yaitu penyaluran kredit secara langsung berbasis aplikasi kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab.

