Berbalik Positif, Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp 276 Miliar di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC (BBYB) mencatat kinerja keuangan yang solid di paruh pertama 2025, dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 276,05 miliar. Capaian ini mencerminkan pembalikan signifikan dari rugi bersih Rp 6,16 miliar pada Juni 2024.
Direktur Utama BNC Eri Budiono mengungkapkan, hasil tersebut merupakan buah dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fondasi bisnis melalui efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang terukur.
“Fokus kami terhadap pengembangan aset secara sehat dan terdiversifikasi, perbaikan manajemen risiko, dan efisiensi operasional telah memberikan hasil yang menggembirakan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga
Edukasi Masyarakat, Bank Neo Commerce Beberkan 5 Cara Aman Transaksi Secara Digital
Eri mengatakan, kinerja operasional BNC menunjukkan perbaikan signifikan, tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 84,81% di semester I 2025 dari 100,27% pada periode yang sama 2024.
Dari sisi profitabilitas, return on assets (ROA) naik menjadi 3,09% dari sebelumnya 0,07%, lalu return on equity (ROE) meningkat ke level 15,62% dari -0,37%
Peningkatan ini, kata dia, didukung oleh membaliknya kualitas aset yang tercermin dari rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) gross turun menjadi 3,10% per Juni 2025, dari 3,88% di periode yang sama 2024. Lalu, NPL net ada di level 0,32% dari 1,28%.
Di lain sisi, kredit yang disalurkan BNC tumbuh negatif 10,3% secara year on year (yoy) menjadi Rp 8,09 triliun. Total asetnya juga menurun 5,8% (yoy) menjadi Rp 17,96 triliun.
“Kami tetap melakukan upaya pertumbuhan dari sisi bisnis secara prudent dan terdiversifikasi sebagai upaya untuk meningkatkan aset dan penyaluran kredit,” kata Eri.
Baca Juga
Stabilitas Kenaikan Laba Terlihat, Bank Neo (BBYB) Direkomendasikan Beli
Dari sisi penghimpunan dana, BNC mencatatkan pertumbuhan negatif untuk dana pihak ketiga (DPK) yakni -9,69% (yoy) menjadi Rp 13,33 triliun per Juni 2025. Namun, tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 44,7% (yoy) pada dana giro menjadi Rp 686,97 miliar.
“Kami optimis, ke depan BNC akan terus berkembang melalui inovasi produk, perluasan layanan digital yang semakin beragam dan terdiversifikasi, serta peningkatan kualitas operasional dan pelayanan untuk menjawab kebutuhan dan ekspektasi nasabah,” ucap Eri.

