SMI Luncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) Rp 300 Miliar, Tawarkan Kupon Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI meluncurkan obligasi ritel infrastruktur PT SMI (ORIS) dengan target indikasi hingga Rp 300 miliar. Surat utang ini bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan bahwa penerbitan ORIS bertujuan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Melalui ORIS, kami ingin membuka kesempatan yang seluas-luas bagi masyarakat untuk bisa investor dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” kata Reynaldi saat peluncuran ORIS di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/9/2026).
Baca Juga
Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Berencana Terbitkan Obligasi Ritel
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, Reynaldi menegaskan, ORIS tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas pembiayaan pembangunan.
“Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat ekosistem pembiayaan pembangunan nasional dan menghadirkan alternatif investasi yang terukur bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
PT SMI telah menunjuk joint lead underwriter penerbitan obligasi ini, yakni PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
ORIS ditawarkan dalam dua tenor, yaitu 1 tahun dan 3 tahun dengan kupon masing-masing sebesar 5,60% dan 6,05% per tahun. Nilai minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp 5 juta, dengan kelipatan Rp 1 juta untuk setiap tambahan pemesanan.
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Akan Stock Split 1:2, Perluas Basis Investor
Reynaldi menambahkan, penerbitan ORIS merupakan bagian dari transformasi PT SMI sebagai Development Finance Institution (DFI) yang lebih inklusif. Melalui instrumen ini, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi langsung dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” kata Reynaldi.
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menegaskan bahwa penerbitan ORIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang kuat. Setiap instrumen yang diterbitkan PT SMI dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif.
Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial dan lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjang.
Baca Juga
IHSG Dibuka Rebound Signifikan 1,44%, Saham Big Cap Ini Melesat
“Kami ingin memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata,” ujar Pradana.
Seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS rencananya digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memiliki dampak sosial dan lingkungan positif sesuai Sustainable Funding Framework PT SMI.
Proyek tersebut mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih.
ORIS telah meraih peringkat idAAA dari Pefindo. Peringkat ini menegaskan kredibilitas dan akuntabilitas instrumen tersebut dalam ekosistem pasar modal.

