Tujuh Lini Bisnis Baru Akan Dongkrak Kinerja Hexindo (HEXA)
JAKARTA, investortrust.id – PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) optimistis penambahan tujuh lini bisnis akanmendongkrak kinerja keuangan perseroan. Hexindo bakal meminta persetujuanrapat umum pemegang saham (RUPS) perihal rencana penambahan lini bisnisnya pada 26 September 2023.
Direktur Utama Hexindo, Djonggi TP Gultom dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (15/09/2023), mengungkapkan, lini bisnis tambahan meliputi penyewaan alat konstruksi dengan operator, real estat, penyewaan mobil, bus dan truk, serta penyewaan mesin dan peralatan industri pengolahan.
“Lini bisnis lainnya yaitu penyewaan mesin pertanian dan peralatannya, penyewaan mesin, peralatan konstruksi dan teknik sipil, penyewaan mesin pertambangan, energi, dan peralatannya,” kata dia.
Djonggi menjelaskan, Hexindo memproyeksikan break even point (BEP) dicapai pada tingkat pendapatan rata-rata US$ 12 juta atau 59,37% dari rata-rata pendapatan. Dengan penambahan lini bisnis tersebut, return on investment (ROI) yang tahun ini minus 16,17% akan menjadi positif 30,52% pada 2024.
Adapun laba bersih periode berjalan diproyeksikan naik dari Rp 51,62 miliar (sebelum penambahan linis bisnis) menjadi Rp 55,51 miliar (setelah penambahan).
“Rencana penambahan lini bisnis ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 26 September mendatang,” tutur dia.
Berdasarkan data BEI, pada perdagangan Jumat (15/09/2023), HEXA ditutup stagnan di level Rp 6.700 dengan market cap Rp 5,6 triliun. Dengan laba bersih kuartal I-2023 yang mencapai Rp 213 miliar, saham HEXA memiliki price to earning ratio (PER) 26,41 kali.
Pemilik saham Hexindo saat ini adalah Hitachi Construction Machinery (48,59%), Itochu Corporation (25,05%), Hitachi Construction Machinery (5,07%), dan masyarakat 21,29%.
Persetujuan RUPS
Untuk menambah lini bisnis tersebut, menurut Djonggi, Hexindo membutuhkan investasi US$ 52,16 juta selama lima tahun. Dana itu akan diperoleh dari utang bank dan utang pemegang saham perseroan.
Djonggi Gultom mengungkapkan, tambahan lini bisnis tersebut akan melengkapi lini bisnis utama perseroan yang meliputi mesin peralatan, perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya, perdagangan besar alat transportasi darat bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya, serta suku cadang dan perlengkapannya.
Dia menambahkan, Hexindo juga punya lini bisnis perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan pertanian, penyewaan mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya, serta jasa industri untuk berbagai pengerjaan khusus logam dan barang dari logam.
Di luar itu, kata Djonggi, Hexindo memiliki bisnis bisnis penunjang, terdiri atas reparasi mesin untuk keperluan khusus, industri mesin penambangan, penggalian, dan konstruksi, perdagangan peralatan telekomunikasi, perdagangan bahan bakar padat, cair dan gas, serta perdagangan tekstil.

